Pinrang – Warga Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, digemparkan aksi S (25) yang menyamar menjadi mempelai wanita demi menikahi R (27). Penyamarannya terbongkar ketika keluarga mempelai pria membuka cadar yang ia kenakan.
Saat cadar terbuka, warga melihat rambutnya yang keriting panjang dan kulitnya yang sawo matang. Beberapa orang langsung mengelilinginya, sementara tangannya terikat di belakang.
Cadar putih itu hanya memperlihatkan bagian matanya. Begitu kain penutup terbuka, warga melihat rambutnya yang keriting panjang serta kulitnya yang sawo matang. Melihat fakta tersebut, beberapa orang langsung mengelilinginya, sedangkan tangannya terikat di belakang.
Setelah itu, Kapolsek Lembang, Iptu Ridwan Mustari, memaparkan kronologi penangkapan S. “Kami mengamankan pelaku di Kampung Kalosi, Desa Basseang, Kecamatan Lembang pada Selasa sekitar pukul 15.00 WITA,” ujar Ridwan pada Rabu (13/8).
Tidak berhenti di situ, Ridwan menambahkan detail penting penemuan pelaku. “Saat kami tiba di TKP, kami menemukan pelaku dalam keadaan luka dan kondisi tangan terikat.” Usai penangkapan, polisi membawa S menuju Mapolres Pinrang. Namun, proses evakuasi berlangsung alot karena keluarga korban sempat menghadang. “Personel melakukan negosiasi dengan pihak keluarga korban untuk mengevakuasi dan mengamankan terduga pelaku. Namun, dalam perjalanan pihak keluarga korban melakukan pengadangan dan penutupan jalan,” jelasnya.
Sementara itu, kisah penyamaran ini bermula dari hubungan asmara antara R dan S. Selama berpacaran, R mengaku telah mengirimkan uang dalam jumlah besar. “Selama menjalin hubungan asmara atau pacaran dengan terduga pelaku, korban telah memberikan uang berjumlah Rp 30 juta yang diberikan secara bertahap,” kata Ridwan.
Kini, polisi terus memeriksa S untuk mengungkap motif di balik penyamaran tersebut sekaligus menelusuri kemungkinan korban lainnya. Dengan begitu, kasus ini tetap menjadi sorotan publik Pinrang karena kelicikan modus yang dipakai pelaku.




Komentar