Pinrang – Warga dari lima desa di Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang, terpaksa turun tangan sendiri memperbaiki jalan rusak parah yang selama ini menjadi urat nadi aktivitas mereka. Jalan sepanjang sekitar 5 kilometer yang menghubungkan Desa Ulusaddang, Sali-sali, Lembang Mesakada, Suppirang, dan Basseang itu mengalami kerusakan berat, berlubang dan kerap tergenang air hujan.
Minimnya perhatian dari pemerintah membuat warga akhirnya berinisiatif melakukan perbaikan secara swadaya. Aksi gotong royong dilakukan dengan menimbun lubang-lubang jalan menggunakan material sirtu (pasir dan batu) serta membersihkan selokan agar air hujan tidak mengalir ke badan jalan. “Kemarin warga ramai-ramai turun gotong royong memperbaiki jalan,” kata Maskur, Kepala Desa Ulusaddang, Jumat (27/6).
Menurut Maskur, kerusakan jalan sudah sangat mengkhawatirkan. Untuk itu, komunitas supir truk dari desa sekitar ikut menyumbangkan material penimbunan secara sukarela. “Ada sumbangan sirtu dari komunitas armada sopir truk Desa Ulusaddang dan sekitarnya,” ujarnya.
Selain sebagai jalur utama penghubung antar desa, akses ini juga penting bagi kegiatan ekonomi masyarakat, termasuk distribusi hasil pertanian dan transportasi harian warga. Namun, selama bertahun-tahun, status kepemilikan dan tanggung jawab jalan ini terus menjadi tanda tanya besar. “Ini sebenarnya yang selalu jadi pertanyaan: siapa sebenarnya yang punya wewenang memperbaiki jalan ini? Apakah Pemkab, Pemprov, ataukah PLTA Bakaru?” ungkap Maskur.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (Bimacipta) Pinrang, Awaluddin Maramat, mengakui bahwa wilayah jalan tersebut memang rawan longsor karena berada di kawasan pegunungan. Ia juga membenarkan bahwa secara administratif, jalan itu merupakan ruas jalan kabupaten, dan tanggung jawab teknisnya berada di bawah Pemkab Pinrang.
Namun demikian, selama ini perbaikan jalan lebih sering dilakukan oleh pihak PLTA Bakaru, yang berada di sekitar wilayah tersebut. “Memang itu jalan kabupaten, tetapi selama ini yang sering membantu perbaikan justru PLTA Bakaru, sebagai bentuk kepedulian mereka,” kata Awaluddin.
Ia pun mengakui bahwa belum pernah ada intervensi langsung dari Dinas Bimacipta terkait jalan tersebut. “Selama ini tidak ada pekerjaan jalan dari kami di sana. Hanya PLTA Bakaru yang sering menangani,” tambahnya. <spl>




Komentar