Toraja Utara – Adat Toraja kembali menjadi perhatian publik setelah komika Pandji Pragiwaksono melontarkan ucapan yang dianggap menghina tradisi mereka. Ketua Adat Tongkonan Kada, Sam Barumbun, langsung menegur keras pernyataan Pandji yang menyebut adat itu horor dalam pertunjukan lawak tahun 2013.
Barumbun menilai ucapan Pandji memicu keresahan dan kekecewaan di kalangan masyarakat Toraja. Ia menegaskan bahwa tradisi mereka sarat dengan nilai spiritual dan penghormatan terhadap leluhur.
Menurut Barumbun, candaan Pandji telah melanggar falsafah Rambu Solo’, sebuah ritual penting dalam kehidupan masyarakat Toraja. Ia menjelaskan bahwa tradisi leluhur justru mengajarkan kebaikan, bukan sesuatu yang menakutkan.
Barumbun juga menuturkan bahwa masyarakat Toraja selalu memperlakukan jenazah dengan penuh hormat. Mereka menyimpannya di kamar berhias ukiran khas atau di atas Tongkonan sebagai bentuk penghormatan terakhir.
Ia meminta Pandji datang ke Toraja untuk menjalani ritual adat permohonan maaf kepada leluhur. Barumbun pun mengajak seluruh diaspora Toraja membantu menghadirkan Pandji agar dapat mengikuti ritual Ma’rambu Langi’.
Dengan tindakan itu, ia berharap Pandji memahami makna sejati adat serta menghargai nilai luhur budaya yang masyarakat Toraja jaga turun-temurun.




Komentar