Close sidebar
Daerah Sulsel

Sepi Drastis! Penjualan Pangi Toraja di Pasar Bolu Terjun Bebas

Penjualan pangi Toraja di Pasar Rakyat Bolu Toraja Utara yang sepi pembeli
Pedagang di Pasar Rakyat Bolu, Toraja Utara, mengeluhkan sepinya pembeli sehingga penjualan pangi Toraja menurun drastis dalam beberapa pekan terakhir.

Toraja Utara – Penjualan pangi Toraja di Pasar Rakyat Bolu, Kecamatan Tallunglipu, Toraja Utara, turun drastis dalam beberapa pekan terakhir. Para pedagang terus mengeluhkan minimnya pembeli yang membuat pendapatan mereka anjlok.

Pangi, atau kluwek, menjadi bumbu tradisional khas Toraja yang selalu hadir dalam masakan pantollo pamarassan. Hidangan ini menyerupai rawon, tetapi menggunakan ikan atau daging. Selain itu, masyarakat biasanya menyajikannya pada berbagai acara adat.

Tim Pengabdi UNM Perkuat Budidaya Ikan Pujananting

Seorang pedagang, Mama Intan, menceritakan kondisi lapaknya. Ia menegaskan bahwa hasil penjualan pangi sekarang hanya cukup untuk membayar sewa tempat dan ongkos pulang. “Syukur-syukur Nak, kalau ada uang sewa dipake pulang, sepi sekali ini pembeli,” ujarnya, Jumat (22/8).

Pedagang kini menjual bumbu pamarassan Rp60 ribu per liter, lalu menawarkan kulit pangi Rp90 ribu sampai Rp100 ribu per kilogram. Sebelumnya, mereka bahkan bisa melepas pangi hingga Rp120 ribu per kilogram.

Mama Intan memprediksi harga pangi naik kembali pada Desember 2025 hingga awal Januari 2026. Ia menyebut permintaan melonjak drastis karena masyarakat Toraja ramai menggelar acara adat. Lebih lanjut, pembeli sering menjadikan pangi sebagai oleh-oleh khas Toraja bagi perantau.

IKA Sosiologi FISIP Unhas Resmi Dilantik, Dr. Busman Pimpin Periode 2026-2030

Dengan kondisi tersebut, pedagang berharap penjualan pangi Toraja segera pulih sehingga usaha mereka tetap bertahan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *