Close sidebar
Daerah Nasional

Evaluasi Tambang Masmindo Sulsel Diminta Gubernur

Luwu – Evaluasi Tambang Masmindo Sulsel menjadi sorotan setelah Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, mengirim surat resmi kepada Presiden RI. Dalam surat itu, ia meminta agar pemerintah pusat segera melakukan evaluasi tambang Masmindo yang berlokasi di Kabupaten Luwu.

Ia mengambil langkah ini setelah menerima banyak keluhan dari masyarakat. Warga menyampaikan keresahan mengenai pencemaran air, kerusakan lahan pertanian, serta terganggunya sumber penghidupan mereka. Tambang itu juga dituding mengubah aliran sungai dan menurunkan kualitas air bersih di wilayah sekitar.

Tim Pengabdi UNM Perkuat Budidaya Ikan Pujananting

Dalam berbagai pertemuan, warga menjelaskan bahwa aktivitas tambang memicu sejumlah masalah lingkungan. Air menjadi tercemar, sawah kehilangan kesuburannya, dan hasil panen menurun drastis. Kekhawatiran juga muncul terkait dampak kesehatan serta masa depan lingkungan bagi generasi mendatang. Sejumlah petani mengaku kesulitan mempertahankan produktivitas pertanian sejak tambang mulai beroperasi.

Gubernur menegaskan bahwa ia memiliki tanggung jawab untuk melindungi rakyat. Ia menyerukan agar pemerintah pusat meninjau kembali izin operasional tambang dan memastikan seluruh kegiatan tambang mematuhi peraturan. “Kita perlu memastikan tambang beroperasi sesuai aturan dan tidak merugikan masyarakat,” kata Andi Sudirman dalam pernyataan resminya.

Saat ini, PT Masmindo membangun Proyek Emas Awak Mas di pegunungan Luwu. Proyek tersebut menjadi salah satu tambang emas terbesar di Sulawesi Selatan. Perusahaan asing menguasai mayoritas sahamnya, dan hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang prioritas terhadap kepentingan lokal.

IKA Sosiologi FISIP Unhas Resmi Dilantik, Dr. Busman Pimpin Periode 2026-2030

Evaluasi Tambang Masmindo Sulsel juga penting karena lokasi tambang berada di wilayah rawan bencana seperti longsor dan banjir. Banyak pihak, termasuk tokoh masyarakat dan organisasi sipil, mendukung langkah Gubernur. Mereka menilai keputusan tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan keselamatan masyarakat Luwu secara keseluruhan.

Gubernur berharap Presiden segera merespons permintaan tersebut. Ia menekankan bahwa evaluasi menyeluruh dapat mencegah konflik sosial dan melindungi lingkungan Luwu secara berkelanjutan.

FT UNM Wujudkan Gerakan Mappaccing UNM

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *