Luwu Timur – Hoaks manusia kanibal menggemparkan warga Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Selama beberapa hari terakhir, pesan berantai di WhatsApp dan unggahan Facebook menyebarkan isu menakutkan tentang “manusia kanibal” yang menculik anak-anak.
Warga yang membaca pesan itu langsung bereaksi panik. Mereka menyebarkan foto tujuh orang yang disebut sebagai pelaku, padahal tidak ada bukti yang mendukung. Cerita palsu itu terus menyebar dan menciptakan kepanikan di berbagai daerah.
Melihat kondisi tersebut, Polres Luwu Timur langsung mengambil tindakan tegas. Tim kepolisian menelusuri sumber unggahan dan menemukan bahwa kabar tersebut sepenuhnya palsu. Bripka Andi Muh, Kasubsi Humas Polres Luwu Timur, menegaskan bahwa hasil pemeriksaan membuktikan isu itu hanyalah hoaks manusia kanibal. Ia meminta masyarakat berhenti mempercayai kabar tanpa memeriksa kebenarannya.
Setelah itu, Polres Luwu Timur menelusuri jejak digital pengunggah pertama. Polisi tidak menemukan laporan resmi atau kejadian yang berhubungan dengan dugaan kanibalisme. Taufik dari pihak kepolisian menjelaskan bahwa seluruh data lapangan menunjukkan kondisi wilayah tetap aman dan kondusif.
Kepolisian juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Polisi menekankan pentingnya menyaring informasi sebelum membagikannya agar tidak menimbulkan keresahan. Selain itu, tim siber terus memantau aktivitas daring guna mencegah penyebaran berita bohong di masa mendatang.
Dengan langkah cepat itu, Polres Luwu Timur berhasil menghentikan penyebaran hoaks manusia kanibal dan menenangkan warga yang sempat panik. Polisi menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan dan ketertiban di tengah maraknya informasi palsu di dunia digital.




Komentar