MAKASSAR, NGERTI.ID – Mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar aksi demonstrasi di Gedung DPRD Provinsi Sulawesi Selatan pada 21 Oktober 2026 pukul 16.00 WITA. Mereka mengusung tema utama “Darurat Udara Bersih: Tetapkan Karhutla sebagai Bencana Nasional”.
Aksi tersebut melibatkan sejumlah elemen mahasiswa, yakni BEM FIS-H, BEM FIP, BEM FIKK, BEM FEB, BEM MIPA, dan TEKNIK SATU.
Koordinator Lapangan TEKNIK SATU, Maulana, mendesak pemerintah pusat, khususnya Presiden Prabowo Subianto, agar menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana nasional.
Menurut Maulana, karhutla mengancam kesehatan masyarakat sekaligus merusak lingkungan. Karena itu, ia mendorong pemerintah mengambil langkah penanganan yang lebih serius.
Maulana menyoroti angka 314 ribu kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang menurut informasi dalam aksi tersebut tersebar di tujuh provinsi dan 65 kabupaten/kota terdampak. Ia juga menyinggung pemantauan satelit NASA terkait emisi karbon akibat kebakaran hutan dan lahan.
“Kita sebagai bangsa yang besar harusnya tobat secara ekologis,” tegas Maulana.
Mahasiswa UNM Sampaikan Sembilan Tuntutan
Dalam aksi tersebut, mahasiswa UNM menyampaikan sembilan tuntutan kepada pemerintah, yaitu:
- Mendesak pemerintah pusat mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
- Mendesak aparat penegak hukum memberantas korupsi dana penanggulangan bencana dan menindak tegas para pelakunya.
- Memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 11 Tahun 2026.
- Memperkuat pengawasan dan penegakan hukum terhadap praktik pembakaran lahan.
- Menuntut pemerintah membuka informasi alokasi dana penanganan karhutla secara transparan.
- Mendesak pemerintah menyediakan peralatan mitigasi bencana di setiap wilayah yang berpotensi mengalami bencana.
- Menuntut pemerintah menjamin ketersediaan tabung oksigen, alat bantu pernapasan, dan masker bagi kelompok rentan.
- Mendesak pemerintah menangani persoalan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah terdampak.
- Menuntut pemerintah memulihkan ekosistem agar kembali mendekati kondisi sebelum kebakaran hutan dan lahan.
Melalui aksi ini, mahasiswa UNM menegaskan pentingnya penanganan karhutla secara menyeluruh. Mereka mendorong pemerintah mempercepat penanggulangan bencana, melindungi kesehatan masyarakat, memperkuat penegakan hukum, menjamin transparansi anggaran, serta memulihkan ekosistem.
Mahasiswa UNM menjadikan penetapan karhutla sebagai bencana nasional sebagai tuntutan utama kepada pemerintah pusat. Mereka mendesak pemerintah mengambil langkah konkret untuk menangani kebakaran hutan dan lahan serta melindungi masyarakat di wilayah terdampak.




Komentar
https://addlinks.pro/0yMrM