SANGALLA’ SELATAN,NGERTI.ID – Suasana khidmat di Gereja Toraja Jemaat Wala berubah menjadi ruang dialektika kritis selama dua hari terakhir. Gabungan mahasiswa dan pemuda menggelar diskusi serta nonton bareng (nobar) bersama masyarakat setempat pada 2-3 Mei 2026 untuk membedah rencana proyek geothermal di wilayah Sangalla’ Selatan.
Pertemuan di gereja tersebut menghasilkan kesepakatan krusial. Masyarakat secara kolektif menyatakan penolakan terhadap kehadiran proyek geothermal di tanah mereka.
Kekecewaan warga memuncak saat mereka mengetahui pihak pemrakarsa proyek tidak membuka informasi kepada masyarakat. Warga menilai pengembang menghadirkan proyek itu secara tiba-tiba tanpa meminta izin kepada pemangku wilayah maupun penduduk terdampak.
“Kami sangat menyayangkan sikap pengembang. Hingga diskusi ini berlangsung di Gereja Wala, kami masyarakat di sini sama sekali tidak pernah menerima pemberitahuan resmi atau sosialisasi dalam bentuk apa pun,” ungkap salah satu warga peserta diskusi.
Perwakilan pemerintah setempat yang hadir juga mengakui adanya kebuntuan informasi. Pihak lembang (desa) belum menerima koordinasi teknis maupun administratif sehingga masyarakat menilai pengembang menjalankan proyek tersebut secara sepihak.
Mahasiswa dan Pemuda Kawal Penolakan Warga
Mahasiswa dan pemuda memilih Gereja Toraja Jemaat Wala sebagai lokasi diskusi untuk menegaskan simbol perjuangan menjaga tanah pemberian Tuhan. Mereka juga menegaskan komitmen untuk terus mengawal hasil kesepahaman itu.
“Fakta bahwa pemerintah setempat dan warga tidak mengetahui rencana proyek ini menjadi bukti nyata bahwa pihak terkait mengesampingkan hak-hak masyarakat adat dan lokal. Dari Jemaat Wala ini, kami suarakan bahwa Sangalla’ tidak dijual untuk proyek yang tidak transparan,” tegas salah satu pemuda di akhir kegiatan.
Peserta diskusi menutup kegiatan dua hari itu dengan doa bersama dan menyusun pernyataan sikap tertulis. Mereka akan mengirim dokumen tersebut kepada pihak terkait sebagai bukti penolakan resmi dari mahasiswa, pemuda, dan masyarakat Sangsangallaran.




