Close sidebar
Advertisement Advertisement
#1 - Mahasiswa dan Warga Sangalla’ Selatan Kompak Tolak Proyek Geothermal | #2 - Pemkab Luwu Timur Siap Dukung Bakti Sosial GMKI Cabang Makassar Tahun 2026 | #3 - Pernyataan Amien Rais Tuai Reaksi Keras, Partai Ummat dan Relawan Prabowo Buka Suara | #4 - Trump Soroti Proposal Iran dan Lanjutkan Negosiasi Nuklir via Telepon | #5 - Gojek Respons Perpres Prabowo yang Batasi Potongan Ojol Maksimal 8 Persen | #6 - Presiden FIFA Gianni Infantino Nyatakan Maju Lagi dan Incar Kepemimpinan hingga 2031 | #7 - Proyek Stadion Barombong Mangkrak Lebih dari Satu Dekade, Picu Sorotan Dugaan Kerugian Negara | #8 - Prabowo Tegaskan MBG Berjalan Konsisten untuk Dorong Ekonomi Rakyat dan Ketahanan Pangan | #9 - Uni Emirat Arab Genjot Pasokan Minyak Setelah Resmi Keluar dari OPEC | #10 - Ketegangan Selat Hormuz Picu Duel AS vs China di Sektor Energi | #11 - Kronologi Tabrakan KA dan KRL di Bekasi Timur, 4 Tewas dan Puluhan Korban Dievakuasi | #12 - Rocky Gerung Ungkap Alasan Hadiri Pelantikan Jumhur Hidayat di Istana Negara | #13 - Pemprov DKI Pertimbangkan BTS Tampil, GBK Kian Difavoritkan ARMY | #14 - Gol Enzo Fernandez Bawa Chelsea Singkirkan Leeds dan Lolos ke Final Piala FA | #15 - Cole Allen, Guru Cerdas yang Jadi Tersangka Penembakan di Acara Gedung Putih | #16 - Polrestabes Makassar Pulangkan 108 Mahasiswa UMI Usai Bentrok dengan Ojol | #17 - Menkeu Purbaya Tegaskan Pemerintah Tidak Akan Kenakan Pajak Pelayaran di Selat Malaka | #18 - Golkar Kritik Pengelolaan Anggaran Kaltim Usai Demo Berujung Ricuh | #19 - Rismon Sianipar Terseret Laporan Dugaan Penipuan Buku Gibran End Game di Polda Metro Jaya | #20 - Bahlil Tegaskan Batas Dua Periode Ketum Parpol Cukup Diatur Internal Partai | #21 - Dugaan Korupsi Bibit Nanas Grogoti Integritas Darmawangsa Muin, Dosa Masa Lalu? | #22 - Dua Kapal Pertamina Belum Bisa Melintas, Pemerintah Genjot Negosiasi di Selat Hormuz | #23 - JK Disebut Jadi Sosok Kunci di Balik Langkah Awal Jokowi ke DKI | #24 - Menkeu Purbaya Bahas Peluang “Cuan” dari Kapal yang Melintas di Selat Malaka | #25 - HIMANTIK FISIP UNIBOS Gelar Debat Mahasiswa Bahas Pengelolaan Sampah |
Nasional Peristiwa

Mahasiswa dan Warga Sangalla’ Selatan Kompak Tolak Proyek Geothermal

Mahasiswa dan masyarakat Sangalla’ Selatan menyuarakan penolakan proyek geothermal.

SANGALLA’ SELATAN,NGERTI.ID – Suasana khidmat di Gereja Toraja Jemaat Wala berubah menjadi ruang dialektika kritis selama dua hari terakhir. Gabungan mahasiswa dan pemuda menggelar diskusi serta nonton bareng (nobar) bersama masyarakat setempat pada 2-3 Mei 2026 untuk membedah rencana proyek geothermal di wilayah Sangalla’ Selatan.

Pertemuan di gereja tersebut menghasilkan kesepakatan krusial. Masyarakat secara kolektif menyatakan penolakan terhadap kehadiran proyek geothermal di tanah mereka.

Pemkab Luwu Timur Siap Dukung Bakti Sosial GMKI Cabang Makassar Tahun 2026

Kekecewaan warga memuncak saat mereka mengetahui pihak pemrakarsa proyek tidak membuka informasi kepada masyarakat. Warga menilai pengembang menghadirkan proyek itu secara tiba-tiba tanpa meminta izin kepada pemangku wilayah maupun penduduk terdampak.

“Kami sangat menyayangkan sikap pengembang. Hingga diskusi ini berlangsung di Gereja Wala, kami masyarakat di sini sama sekali tidak pernah menerima pemberitahuan resmi atau sosialisasi dalam bentuk apa pun,” ungkap salah satu warga peserta diskusi.

Perwakilan pemerintah setempat yang hadir juga mengakui adanya kebuntuan informasi. Pihak lembang (desa) belum menerima koordinasi teknis maupun administratif sehingga masyarakat menilai pengembang menjalankan proyek tersebut secara sepihak.

Pernyataan Amien Rais Tuai Reaksi Keras, Partai Ummat dan Relawan Prabowo Buka Suara

Mahasiswa dan Pemuda Kawal Penolakan Warga

Mahasiswa dan pemuda memilih Gereja Toraja Jemaat Wala sebagai lokasi diskusi untuk menegaskan simbol perjuangan menjaga tanah pemberian Tuhan. Mereka juga menegaskan komitmen untuk terus mengawal hasil kesepahaman itu.

“Fakta bahwa pemerintah setempat dan warga tidak mengetahui rencana proyek ini menjadi bukti nyata bahwa pihak terkait mengesampingkan hak-hak masyarakat adat dan lokal. Dari Jemaat Wala ini, kami suarakan bahwa Sangalla’ tidak dijual untuk proyek yang tidak transparan,” tegas salah satu pemuda di akhir kegiatan.

Peserta diskusi menutup kegiatan dua hari itu dengan doa bersama dan menyusun pernyataan sikap tertulis. Mereka akan mengirim dokumen tersebut kepada pihak terkait sebagai bukti penolakan resmi dari mahasiswa, pemuda, dan masyarakat Sangsangallaran.

Gojek Respons Perpres Prabowo yang Batasi Potongan Ojol Maksimal 8 Persen

Bagikan