Luwu Timur – Insiden pesawat ATR jatuh di Bulusaraung menyisakan duka mendalam bagi warga Luwu Timur. Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport itu hilang kontak pada Sabtu siang (17/1/2026) saat melintas di wilayah Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Tim pencarian mendeteksi posisi pesawat pada malam hari. Pesawat berada di lereng Gunung Bulusaraung dengan ketinggian 1.353 meter di atas permukaan laut.
Pesawat tersebut membawa tujuh awak dan tiga penumpang. Seluruh nama tercatat dalam manifes penerbangan.
Head of Corporate Communications PT Vale Indonesia Tbk, Vanda Kusumaningrum, membenarkan data tersebut. Dua penumpang merupakan keluarga karyawan PT Vale yang bertugas di Sorowako, Luwu Timur.
Copilot Farhan Gunawan merupakan anak dari Kapten Gunawan. Pilot Kapten Andy Dahananto merupakan suami dari Widyarlina.
PT Vale menyampaikan duka cita kepada keluarga korban. Perusahaan juga memberi pendampingan sejak awal kejadian.
“Kami memastikan pendampingan diberikan dengan tetap menghormati privasi keluarga di tengah situasi yang sangat sulit ini.” ujar Vanda.
Sementara itu, tim SAR mengerahkan 393 personel gabungan. Personel berasal dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, relawan, dan warga.
Hingga Minggu siang, tim berhasil mengevakuasi satu korban. Tim membawa korban ke Desa Tompo Bulu sebagai posko utama.
Pihak berwenang masih menyelidiki penyebab kecelakaan. Otoritas juga meminta masyarakat menunggu hasil resmi.



