Close sidebar
Advertisement Advertisement
#1 - Sosialisasi 4 Pilar MPR RI, Erwin Aksa Ajak Pemuda Bangun Etika Publik dan Jiwa Nasionalisme | #2 - Lewat 4 Pilar MPR RI, Erwin Aksa Perkuat Kesadaran Kebangsaan Pemuda Jakarta Barat | #3 - Dekan FT UNM Kejar Target Kelulusan | #4 - Farida Patittingi Ajak Lulusan Pimpin Perubahan | #5 - Prof Hasmyati Tampil dengan Lipa’ Sabbe Bugis Saat Menerima Penghargaan di Simposium Internasional Malaysia | #6 - Scopus Team Raih Juara 1 Pada National EcoFEB Competition, Mengungguli 143 Tim Dari Seluruh Indonesia | #7 - Galeri Colli Pakue Sambut FSD Drawing Day | #8 - Jukir Liar Makassar Bantah Rusak Mobil Wisudawan UNM, PD Parkir Siapkan Mediasi | #9 - Rakerda PKK Makassar 2026: Melinda Aksa Dorong Program Inklusif dan Berdampak | #10 - Viral Pegawai Bapas Makassar Protes Mobil Digembok Dishub | #11 - Resmi Teken Kerja Sama Sampah Jadi Energi, Munafri Tegaskan PSEL Aman untuk Warga | #12 - Tiga Pemuda di Parepare Bobol Mobil, Gasak 45 Senjata Mainan Senilai Rp15 Juta | #13 - Jukir Liar Ngamuk karena Dibayar Rp2 Ribu di Makassar, Polisi Langsung Amankan Pelaku | #14 - Gempa M 7,6 Guncang Bitung, BMKG Catat 186 Gempa Susulan di Sulut dan Maluku Utara | #15 - 35 Siswa di Maros Diduga Keracunan Usai Bukber di SMPN 3 Camba, Puluhan Dirawat | #16 - Remaja 18 Tahun Tewas Diduga Ditembak Polisi Di Makassar,LBH Makassar Desak Proses Hukum Pelaku | #17 - Pemuda, Lurah Panaikang dan Camat Panakkukang Sulap Lorong Sempit Jadi Kampung Asri di Makassar | #18 - Pria di Gowa Perkosa Mertua, Polisi Tangkap Pelaku Usai Panjat Plafon Rumah | #19 - Menteri Wihaji Beri Penghargaan kepada Melinda Aksa, Apresiasi TP PKK Makassar | #20 - Viral Live Facebook, Dua Wanita di Bulukumba Diduga Lecehkan Ayat Al-Qur’an | #21 - Cuaca Ekstrem Picu Banjir Makassar, 545 Jiwa Mengungsi | #22 - Terbongkar! Fakta Sebenarnya di Balik Kematian Bripda Dirja, Senior Jadi Tersangka | #23 - Kronologi Lengkap Kecelakaan Maut di Tol Makassar yang Tewaskan Istri Anggota DPRD Sulsel | #24 - Angka Fantastis! Kepuasan Publik ke Munafri–Aliyah Capai 80 Persen | #25 - Mengejutkan! Sahroni Kembali Duduki Kursi Wakil Ketua Komisi III DPR |
Makassar

Resmi Teken Kerja Sama Sampah Jadi Energi, Munafri Tegaskan PSEL Aman untuk Warga

Makassar – Pemerintah Kota Makassar memperkuat pengelolaan sampah berbasis energi dengan menggandeng Pemerintah Kabupaten Gowa dan Maros dalam proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau PLTSa. Gubernur Sulawesi Selatan memimpin langsung penandatanganan kerja sama tersebut di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Sabtu (4/4/2026).

Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, hadir menyaksikan kesepakatan lintas daerah itu. Ia menegaskan pemerintah pusat mendorong proyek ini sebagai solusi strategis untuk menekan lonjakan volume sampah nasional.

Dekan FT UNM Kejar Target Kelulusan

Hanif menjelaskan, pemerintah merancang proyek ini melalui proses panjang untuk mengatasi persoalan sampah secara sistemik. “Ini suatu langkah panjang yang telah dilakukan, pelaksanaan kegiatan ini diharapkan mampu memotong generasi dari pengelolaan sampah sekarang ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, peningkatan volume sampah di kota besar terus terjadi dan bahkan mencapai sekitar 1.000 ton per hari. Karena itu, pemerintah mendorong penerapan teknologi PSEL sebagai solusi berkelanjutan berbasis energi.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan kolaborasi ini mengusung pendekatan aglomerasi agar penanganan sampah tidak berjalan parsial. Ia menyatukan Makassar, Gowa, dan Maros dalam satu sistem pengolahan terpadu.

Farida Patittingi Ajak Lulusan Pimpin Perubahan

“Perjanjian kerja sama ini membangun sistem aglomerasi dengan daerah sekitar, khususnya Maros dan Gowa,” jelasnya.

Munafri mengungkapkan, Kota Makassar menghasilkan sekitar 800 ton sampah setiap hari. Namun, kapasitas angkut armada baru mencapai 67 persen sehingga pemerintah kota terus meningkatkan kemampuan transportasi.

“Di Makassar hari ini sampah yang tercatat kurang lebih 800 ton per hari. Ini sebenarnya masih cukup untuk kita maksimalkan. Karena kapasitas angkut yang dimiliki Pemerintah Kota Makassar itu hanya di angka 67 persen,” ujarnya.

Prof Hasmyati Tampil dengan Lipa’ Sabbe Bugis Saat Menerima Penghargaan di Simposium Internasional Malaysia

Ia menambahkan, tambahan pasokan dari Kabupaten Gowa sekitar 150 ton per hari dan Maros sekitar 50 ton per hari akan memperkuat operasional fasilitas PSEL. Proyek ini menargetkan pengolahan hingga 1.000 ton sampah per hari dengan potensi produksi listrik 20–25 megawatt.

Munafri juga memastikan penggunaan teknologi modern dalam proyek PLTSa dan menepis kekhawatiran masyarakat soal dampak lingkungan.

“Jadi pembangkit listrik ini modern, yang sudah teruji, yang tidak mungkin pemerintah membangun kalau tidak terbukti,” tegasnya.

Pemerintah Kota Makassar menyiapkan lahan seluas 10 hektare di kawasan TPA Tamangapa. Sekitar 7 hektare akan dimanfaatkan sebagai lokasi pembangunan fasilitas PSEL, sementara sisanya menjadi area pendukung.

“Karena 20 sampai 25 persen sampah yang ada di TPA masih bisa dipakai sebagai bahan baku,” jelas Munafri.

Selain pembangunan PLTSa, Pemkot Makassar juga mempercepat pembenahan sistem persampahan dari hulu hingga hilir. Pemerintah mendorong pemilahan sampah berbasis RT/RW, memperkuat bank sampah, mengoptimalkan TPS3R, serta mengembangkan pengolahan sampah organik melalui maggot dan kompos.

Munafri menegaskan pihaknya juga mempercepat transisi dari metode open dumping menuju sanitary landfill.

“Hari ini kita sudah memetakan semua blok-blok yang harus dilakukan penutup tanah setiap hari untuk memastikan tidak ada lagi open dumping yang memberikan tingkat kontaminasi tinggi di kota ini,” pungkasnya.

Bagikan