JAKARTA BARAT, NGERTI.ID – Anggota MPR RI Erwin Aksa melanjutkan kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Kembangan, Jakarta Barat, Kamis (12/3/2026). Pada hari kedua kegiatan yang berlangsung pukul 15.00 WIB tersebut, Erwin mengajak generasi muda memperkuat karakter, etika publik, serta nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
Erwin Aksa menilai perkembangan zaman membawa berbagai tantangan baru, mulai dari masuknya budaya asing hingga meningkatnya pola hidup serba praktis. Ia menegaskan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 harus menjadi pedoman masyarakat dalam membangun sikap dan perilaku.
“Indonesia tidak hanya membutuhkan orang-orang cerdas, tetapi juga membutuhkan generasi yang memiliki integritas dan menjunjung nilai kemanusiaan. Itu menjadi inti dari Sila Kedua Pancasila, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab,” kata Erwin saat berdialog bersama komunitas pemuda dan mahasiswa.
Erwin Aksa Tekankan Pentingnya Karakter dan Integritas Generasi Muda
Dalam diskusi bersama warga, Erwin membahas sejumlah persoalan terkait etika publik dan masa depan bangsa. Ia menyoroti pentingnya membangun budaya antikorupsi sejak usia muda.
Menurut Erwin, sikap jujur dalam kehidupan pribadi, pekerjaan, maupun dunia usaha menjadi bentuk nyata penerapan nilai Pancasila. Ia menyebut integritas harus tumbuh melalui kebiasaan sederhana sebelum seseorang menerima tanggung jawab lebih besar.
Selain itu, Erwin menjelaskan bahwa demokrasi Indonesia tidak hanya berorientasi pada kemenangan suara. Nilai Sila Keempat Pancasila mengajarkan masyarakat mengutamakan musyawarah dan kebijaksanaan demi kepentingan bersama.
Ia juga mengingatkan warga agar memahami keseimbangan antara hak dan kewajiban sebagai warga negara. Kesadaran hukum, ketertiban administrasi, serta kepedulian menjaga fasilitas umum menjadi tanggung jawab bersama.
Ajak Warga Mulai Perubahan dari Lingkungan Sekitar
Menanggapi persoalan kurangnya keteladanan di ruang publik, Erwin Aksa mengajak masyarakat Jakarta Barat mengambil peran mulai dari lingkungan terkecil.
Ia menilai sikap menghargai perbedaan suku, budaya, dan latar belakang di lingkungan masyarakat menjadi contoh nyata dalam menjaga persatuan bangsa.
“Kita bisa memulai perubahan dari lingkungan RT dan RW. Menghormati perbedaan di sekitar kita menjadi cara sederhana menjaga Bhinneka Tunggal Ika dan keutuhan NKRI,” ujarnya.
Kegiatan sosialisasi hari kedua tersebut berakhir dengan komitmen pemuda Kembangan, Jakarta Barat membentuk Relawan Kebangsaan. Kelompok ini akan mendorong penyebaran konten edukasi tentang 4 Pilar MPR RI melalui berbagai platform media sosial.



