Close sidebar
Advertisement Advertisement
#1 - HIPMA GOWA Koordinatorat Tombolo Pao Minta Transparansi dan Evaluasi Aktivitas Penyadapan Pinus di Tombolo Pao | #2 - Drama di Sidang Hak Angket DPRD Gowa, Husniah Talenrang Keluar Usai Protes Mekanisme Pemeriksaan | #3 - Reuni Ke-II PPGT Sangsangallaran Jadi Momentum Penolakan Proyek Geothermal di Tanah Leluhur | #4 - Jelang Kongres BM PAN Ke-VII, DPD BM PAN Enrekang Ajak Kader Jaga Marwah Partai dan Demokrasi | #5 - Polrestabes Makassar Kirim Tiga Tim Terbaik, Bidik Tiket E-Sport Kapolri Cup 2026 | #6 - PB PTSI Resmi Dilantik, Siapkan Digitalisasi Organisasi dan Dua Turnamen Nasional Setiap Tahun | #7 - Sosialisasi 4 Pilar MPR RI, Erwin Aksa Ajak Pemuda Bangun Etika Publik dan Jiwa Nasionalisme | #8 - Lewat 4 Pilar MPR RI, Erwin Aksa Perkuat Kesadaran Kebangsaan Pemuda Jakarta Barat | #9 - Dekan FT UNM Kejar Target Kelulusan | #10 - Farida Patittingi Ajak Lulusan Pimpin Perubahan | #11 - Prof Hasmyati Tampil dengan Lipa’ Sabbe Bugis Saat Menerima Penghargaan di Simposium Internasional Malaysia | #12 - Scopus Team Raih Juara 1 Pada National EcoFEB Competition, Mengungguli 143 Tim Dari Seluruh Indonesia | #13 - Galeri Colli Pakue Sambut FSD Drawing Day | #14 - Jukir Liar Makassar Bantah Rusak Mobil Wisudawan UNM, PD Parkir Siapkan Mediasi | #15 - Rakerda PKK Makassar 2026: Melinda Aksa Dorong Program Inklusif dan Berdampak | #16 - Viral Pegawai Bapas Makassar Protes Mobil Digembok Dishub | #17 - Resmi Teken Kerja Sama Sampah Jadi Energi, Munafri Tegaskan PSEL Aman untuk Warga | #18 - Tiga Pemuda di Parepare Bobol Mobil, Gasak 45 Senjata Mainan Senilai Rp15 Juta | #19 - Jukir Liar Ngamuk karena Dibayar Rp2 Ribu di Makassar, Polisi Langsung Amankan Pelaku | #20 - Gempa M 7,6 Guncang Bitung, BMKG Catat 186 Gempa Susulan di Sulut dan Maluku Utara | #21 - 35 Siswa di Maros Diduga Keracunan Usai Bukber di SMPN 3 Camba, Puluhan Dirawat | #22 - Remaja 18 Tahun Tewas Diduga Ditembak Polisi Di Makassar,LBH Makassar Desak Proses Hukum Pelaku | #23 - Pemuda, Lurah Panaikang dan Camat Panakkukang Sulap Lorong Sempit Jadi Kampung Asri di Makassar | #24 - Pria di Gowa Perkosa Mertua, Polisi Tangkap Pelaku Usai Panjat Plafon Rumah | #25 - Menteri Wihaji Beri Penghargaan kepada Melinda Aksa, Apresiasi TP PKK Makassar |
Daerah Peristiwa Sulsel

HIPMA GOWA Koordinatorat Tombolo Pao Minta Transparansi dan Evaluasi Aktivitas Penyadapan Pinus di Tombolo Pao

HIPMA GOWA Koordinatorat Tombolo Pao menyampaikan sikap terkait dugaan aktivitas penyadapan getah pinus yang berpotensi berdampak pada kelestarian hutan di Kecamatan Tombolo Pao.

GOWA, NGERTI.ID – Himpunan Pelajar Mahasiswa Gowa (HIPMA GOWA) Koordinatorat Tombolo Pao menyoroti aktivitas penyadapan getah pinus oleh PT Adimitra Pinus Utama di Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa. Organisasi itu meminta semua pihak mengevaluasi praktik penyadapan di sejumlah lokasi. HIPMA GOWA Koordinatorat Tombolo Pao menilai aktivitas tersebut berpotensi mengabaikan prinsip kelestarian lingkungan dan pengelolaan hutan berkelanjutan.

HIPMA GOWA Koordinatorat Tombolo Pao mengaku menemukan sejumlah pohon pinus yang mengalami penyadapan dengan intensitas tinggi. Temuan itu berasal dari hasil pengamatan di lapangan. Menurut mereka, kondisi tersebut dapat mengganggu kesehatan pohon. Produktivitas hutan juga berisiko menurun. Selain itu, keseimbangan ekosistem bisa terganggu jika perusahaan tidak menerapkan standar teknis.

Drama di Sidang Hak Angket DPRD Gowa, Husniah Talenrang Keluar Usai Protes Mekanisme Pemeriksaan

HIPMA Dorong Penyadapan Sesuai Standar

HIPMA GOWA Koordinatorat Tombolo Pao menegaskan bahwa perusahaan harus mengutamakan aspek keberlanjutan. Perusahaan juga wajib mengikuti prosedur teknis dalam setiap proses penyadapan. Petugas perlu memperhatikan ukuran luka sadap, interval penyadapan, umur pohon, dan kondisi tanaman. Perusahaan juga harus melakukan pemeliharaan secara rutin agar pohon tetap tumbuh dan menghasilkan getah secara optimal.

HIPMA GOWA Koordinatorat Tombolo Pao juga meminta perusahaan membuka informasi mengenai standar operasional penyadapan. Organisasi itu mendorong perusahaan memperkuat pengawasan di lapangan. Selain itu, HIPMA GOWA Koordinatorat Tombolo Pao meminta perusahaan menunjukkan komitmennya dalam melindungi kawasan hutan. Menurut mereka, pengelolaan sumber daya alam harus memberi manfaat ekonomi. Namun, perusahaan tetap harus menjaga kelestarian lingkungan.

HIPMA Minta Pemerintah Turun ke Lapangan

HIPMA GOWA Koordinatorat Tombolo Pao meminta dinas terkait dan aparat pengawas kehutanan segera turun ke lapangan. Mereka ingin pemerintah memastikan seluruh aktivitas penyadapan mematuhi aturan yang berlaku. Pemerintah juga perlu memastikan perusahaan menerapkan prinsip pengelolaan hutan lestari. Jika petugas menemukan pelanggaran, HIPMA meminta pemerintah segera melakukan evaluasi dan menegakkan aturan.

Reuni Ke-II PPGT Sangsangallaran Jadi Momentum Penolakan Proyek Geothermal di Tanah Leluhur

Di sisi lain, HIPMA GOWA Koordinatorat Tombolo Pao mengajak masyarakat, pemerintah, dan perusahaan menjaga kawasan hutan pinus. Organisasi itu menyebut hutan pinus sebagai aset ekologis dan ekonomi daerah. HIPMA GOWA Koordinatorat Tombolo Pao menilai pengelolaan hutan yang bertanggung jawab akan menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat.

Bagikan