MAKASSAR, NGERTI.ID – Polrestabes Makassar mengambil langkah tegas untuk menekan aksi brutal geng motor yang semakin meresahkan warga. Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana memerintahkan personelnya agar tidak ragu menembak pelaku di tempat jika mereka mengancam keselamatan masyarakat maupun anggota polisi.
Instruksi itu muncul setelah geng motor berulang kali melakukan aksi kekerasan di sejumlah titik Kota Makassar dalam beberapa pekan terakhir. Kelompok tersebut kerap menyerang warga secara acak pada malam hingga dini hari.
“Kalau pelaku sudah mengancam nyawa masyarakat dan ada polisi di situ, perintah saya tembak. Begitu juga kalau mengancam nyawa anggota,” kata Arya saat konferensi pers di Mapolrestabes Makassar, Selasa (12/5/2026).
Arya menegaskan polisi tetap mengedepankan penindakan sesuai prosedur. Namun, aparat akan bertindak cepat jika situasi membahayakan nyawa warga maupun petugas.
Geng Motor Bawa Parang dan Busur Panah
Polisi mencatat para pelaku sering bergerak secara berkelompok sambil membawa senjata tajam seperti parang dan busur panah. Polisi juga menduga beberapa pelaku membawa senjata api saat menjalankan aksinya.
Kelompok itu menyasar pengendara motor hingga warga yang sedang berkumpul di pinggir jalan. Mereka melakukan serangan secara tiba-tiba dan brutal sehingga memicu ketakutan masyarakat.
“Mereka bergerak berkelompok dan melakukan teror secara membabi buta. Kami harus mengambil tindakan tegas karena mereka sudah sangat meresahkan,” ujar Arya.
Remaja 13 Tahun Jadi Korban Penyerangan
Dalam dua pekan terakhir, geng motor melakukan sejumlah penyerangan di Makassar. Pada Jumat malam (1/5/2026), mereka menyerang beberapa lokasi, termasuk Perumahan Dosen Unhas, Jalan Sunu, dan Jalan Kandea 3.
Pelaku menebas seorang pria dengan parang di depan minimarket kawasan Bontoala hingga korban mengalami luka serius di bagian kepala.
Pada Minggu dini hari (10/5/2026), geng motor kembali menebar teror di Jalan Abubakar Lambogo. Mereka menebas punggung remaja 13 tahun bernama Hilal hingga korban harus menjalani perawatan intensif di RS SAYA Makassar.
Polisi Tangkap Lima Pelaku
Polrestabes Makassar juga mengungkap sebagian anggota geng motor berasal dari luar daerah. Polisi menemukan beberapa pelaku datang dari Takalar, Gowa, dan Maros.
“Sebagian memang warga Makassar, tapi banyak juga yang berasal dari luar kota,” ungkap Arya.
Polisi menangkap lima pelaku penyerangan di Jalan Abubakar Lambogo. Mereka berinisial AF (19), MR (18), MY (19), MFY (19), dan MA (21).
Saat ini, tim Resmob masih memburu dua pelaku lain yang masuk daftar pencarian. Polisi memastikan pengejaran terus berjalan demi menjaga keamanan warga Kota Makassar.




