Close sidebar
Advertisement Advertisement
#1 - Rocky Gerung Ungkap Alasan Hadiri Pelantikan Jumhur Hidayat di Istana Negara | #2 - Pemprov DKI Pertimbangkan BTS Tampil, GBK Kian Difavoritkan ARMY | #3 - Gol Enzo Fernandez Bawa Chelsea Singkirkan Leeds dan Lolos ke Final Piala FA | #4 - Cole Allen, Guru Cerdas yang Jadi Tersangka Penembakan di Acara Gedung Putih | #5 - Polrestabes Makassar Pulangkan 108 Mahasiswa UMI Usai Bentrok dengan Ojol | #6 - Menkeu Purbaya Tegaskan Pemerintah Tidak Akan Kenakan Pajak Pelayaran di Selat Malaka | #7 - Golkar Kritik Pengelolaan Anggaran Kaltim Usai Demo Berujung Ricuh | #8 - Rismon Sianipar Terseret Laporan Dugaan Penipuan Buku Gibran End Game di Polda Metro Jaya | #9 - Bahlil Tegaskan Batas Dua Periode Ketum Parpol Cukup Diatur Internal Partai | #10 - Dugaan Korupsi Bibit Nanas Grogoti Integritas Darmawangsa Muin, Dosa Masa Lalu? | #11 - Dua Kapal Pertamina Belum Bisa Melintas, Pemerintah Genjot Negosiasi di Selat Hormuz | #12 - JK Disebut Jadi Sosok Kunci di Balik Langkah Awal Jokowi ke DKI | #13 - Menkeu Purbaya Bahas Peluang “Cuan” dari Kapal yang Melintas di Selat Malaka | #14 - HIMANTIK FISIP UNIBOS Gelar Debat Mahasiswa Bahas Pengelolaan Sampah | #15 - Kadin Targetkan Pemenuhan Kebutuhan MBG melalui Kerja Sama Industri Unggas China | #16 - Ketegangan Hormuz Memanas, Iran Sebut Dampaknya Bisa Menjalar hingga Selat Malaka | #17 - Bea Cukai Bongkar Peredaran Rokok Ilegal di Madiun, Nilai Barang Capai Rp10,39 Miliar | #18 - Pertamina Klarifikasi Video Viral ABK India di Kapal PIS, Tegaskan 94 Persen Pelaut WNI | #19 - Sinyal Pengamanan Menguat, AS dan Iran Diprediksi Lanjutkan Negosiasi Penting di Islamabad Pekan Ini | #20 - Damkarmat Makassar Kerahkan 60 Armada untuk Antisipasi Kemarau Ekstrem 2026 | #21 - Harga BBM Pertamina Resmi Naik, Pertamax Turbo hingga Pertamina Dex Melonjak per 18 April 2026 | #22 - Iran Buka Selat Hormuz untuk Kapal Komersial Selama Gencatan Senjata Lebanon | #23 - YouTube Tutup Kanal Pro Iran “Explosive Media” Usai Sebar Video AI Lego Ejek Donald Trump | #24 - Rismon Sianipar Dapat SP3, Proses Hukum Kasus Ijazah Jokowi Selesai | #25 - Kasus Mengejutkan: Ketua Ombudsman Baru 6 Hari Menjabat Langsung Jadi Tersangka Korupsi |
Ekonomi Nasional

Menkeu Purbaya: Rp 20 Triliun Disiapkan untuk Pemutihan Iuran BPJS Kesehatan Tahun Depan

Pemerintah Siapkan Rp 20 Triliun untuk Hapus Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan Mulai 2026

JakartaMenteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah menyiapkan Rp 20 triliun untuk menghapus tunggakan iuran peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan 2026 Kesehatan mulai tahun depan.

Pemerintah telah memasukkan anggaran tersebut ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 sesuai dengan arahan Presiden.

Rocky Gerung Ungkap Alasan Hadiri Pelantikan Jumhur Hidayat di Istana Negara

Purbaya mengatakan di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (22/10/2025), bahwa pemerintah telah menganggarkan Rp 20 triliun sesuai dengan janji Presiden.

Langkah pemutihan ini bertujuan membantu masyarakat miskin yang sempat berhenti menjadi peserta aktif agar bisa kembali menikmati layanan kesehatan tanpa terbebani tunggakan lama.

Purbaya juga meminta BPJS Kesehatan memperbaiki tata kelola dan efisiensi pelaksanaan di lapangan. Ia menyoroti adanya potensi pemborosan dalam pengadaan alat kesehatan di sejumlah rumah sakit.

Pemprov DKI Pertimbangkan BTS Tampil, GBK Kian Difavoritkan ARMY

“Kita minta BPJS juga memperbaiki manajemennya. Misalnya, ada program dari Kementerian Kesehatan yang mewajibkan rumah sakit membeli alat yang kemahalan dan kebanyakan. Saya bilang, diskusi saja dengan Kemenkes, kita kurangi yang begitu-begitu,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti menjelaskan bahwa kebijakan penghapusan tunggakan hanya berlaku bagi masyarakat miskin.

Dan tidak mampu yang tercatat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSN).

Menkeu Purbaya Tegaskan Pemerintah Tidak Akan Kenakan Pajak Pelayaran di Selat Malaka

“Jadi dia harus masuk DTSN, harus orang yang memang miskin atau tidak mampu,” katanya.

Ali Ghufron memperkirakan nilai pemutihan iuran bisa mencapai lebih dari Rp 10 triliun.

Namun perhitungan detail jumlah peserta penerima manfaat BPJS Kesehatan 2026 masih dalam proses penyusunan.

“Keseluruhannya itu bisa lebih dari Rp 10 triliun, tapi belum diputuskan berapa, kita masih proses,” ujarnya.

Bagikan