Proyek pembangunan Terowongan Selili di Kota Samarinda menunjukkan progres signifikan. Hingga awal Mei 2025, proyek tersebut telah mencapai 86,3% dan dijadwalkan rampung pada bulan Juni tahun ini.
Terowongan sepanjang 690 meter ini merupakan terowongan pertama di Pulau Kalimantan dan digadang-gadang akan menjadi solusi kemacetan yang selama ini menghantui Jalan Otto Iskandardinata.
Terowongan ini akan menghubungkan wilayah Jembatan Achmad Amins dengan pusat kota Samarinda, mempersingkat waktu tempuh dan membuka jalur alternatif strategis di kawasan perkotaan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda, Hendra Ningsih, menyatakan bahwa pengerjaan konstruksi berjalan sesuai target, meski dihadapkan pada tantangan cuaca dan kondisi tanah.
Pembangunan terowongan ini juga melibatkan tenaga ahli dari berbagai universitas teknik di Indonesia, guna memastikan keamanan dan kualitas infrastruktur.
Masyarakat sekitar menyambut baik proyek ini. “Kami harap tidak ada lagi macet panjang saat jam pulang kantor,” ujar Ibu Erni, warga Jalan Lambung Mangkurat.
Selain untuk mengurai kemacetan, terowongan ini juga dirancang ramah lingkungan, dilengkapi dengan ventilasi dan pencahayaan hemat energi.
Jika rampung tepat waktu, Terowongan Selili akan menjadi landmark baru kota Samarinda sekaligus simbol kemajuan infrastruktur di Kalimantan Timur.




