NGERTI.ID – Dukungan publik untuk memakzulkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terus menguat. Survei terbaru menunjukkan mayoritas warga menilai Trump layak dimakzulkan, terutama setelah kebijakannya terkait Iran memicu kontroversi.
Majalah Newsweek melaporkan, hasil survei yang dirilis pada Rabu (8/4) waktu setempat menunjukkan 52 persen pemilih terdaftar mendukung pemakzulan Trump. Sementara itu, 40 persen responden menolak.
Sebanyak 790 responden mengikuti survei ini. Dua kelompok advokasi progresif, Impeach Trump Again dan Free Speech for People, memprakarsai jajak pendapat tersebut. Keduanya aktif mengkritik kebijakan Trump, termasuk sikapnya terhadap Iran.
Hasil survei ini juga menunjukkan dinamika di kalangan Partai Republik. Sekitar satu dari tujuh pemilih Republik ikut mendukung pemakzulan.
Presiden Free Speech for People, John Bonifaz, menyebut hasil ini sebagai fenomena langka. Ia menegaskan bahwa mayoritas dukungan untuk pemakzulan muncul sangat awal pada masa jabatan presiden. Survei ini memiliki margin of error sebesar 3,9 persen.
Dukungan Pemilih Berubah Lebih Cepat
Pemilih mengubah sikap terhadap Donald Trump lebih cepat dibandingkan kasus Presiden Richard Nixon. Sebelumnya, tekanan mayoritas publik mendorong pemakzulan Nixon sebagai satu-satunya presiden dua periode dalam sejarah AS yang menghadapi kondisi tersebut.
Pada periode pertama, DPR AS dua kali memakzulkan Trump. Namun, Senat menolak kedua upaya itu.
Kini, tekanan politik kembali meningkat. Sejumlah anggota Kongres, terutama dari Partai Demokrat, kembali mendorong pemakzulan. Mereka menyoroti kebijakan Trump terkait Iran sejak akhir Februari lalu.
Seruan Keras dari Anggota Kongres
Anggota Kongres dari Partai Demokrat, Alexandria Ocasio-Cortez, kembali menyerukan pemakzulan. Ia menilai pengumuman gencatan senjata sementara tidak mengubah substansi persoalan.
Dalam pernyataannya di platform X, Cortez menuding Trump terus menggunakan ancaman terhadap Iran sebagai alat tekanan. Ia juga mengingatkan risiko besar dari kebijakan tersebut.
Menurut Cortez, pemerintah dan Kongres harus segera mengambil langkah tegas. Ia menilai situasi saat ini berpotensi membahayakan stabilitas global.
Selain Cortez, puluhan legislator Demokrat juga menyuarakan sikap serupa. Mereka tetap mendorong pemakzulan, meski pemerintah mengumumkan gencatan senjata sementara dalam konflik terkait Iran.




