Redmond, AS — 3 Juni 2025, Microsoft resmi merilis Bing Video Creator, sebuah fitur berbasis kecerdasan buatan (AI) terbaru yang memungkinkan pengguna membuat video pendek hanya dari perintah teks. Peluncuran ini menandai langkah strategis Microsoft dalam bersaing langsung dengan Veo 3, platform video generatif milik Google DeepMind yang dirilis Mei lalu.
Bing Video Creator kini tersedia bagi pengguna Android dan iOS melalui aplikasi Bing di berbagai negara, kecuali China dan Rusia. Fitur ini dibangun di atas teknologi Sora, model teks-ke-video dari OpenAI, yang sebelumnya hanya dapat diakses oleh pengguna ChatGPT Plus. Kini, teknologi tersebut dibuka lebih luas untuk publik secara gratis dengan batasan tertentu.
Bing Video Creator dirancang untuk kemudahan akses dan efisiensi. Pengguna cukup mengetikkan deskripsi singkat, dan sistem akan memprosesnya menjadi video vertikal berdurasi 5 detik, cocok untuk platform media sosial seperti TikTok, Instagram, dan YouTube Shorts.
Fitur ini menyediakan dua mode pembuatan video:
- Standar (Gratis): Pengguna bisa membuat video dengan antrean waktu lebih panjang.
- Cepat (Premium): Microsoft memberi 10 pembuatan cepat secara gratis. Setelah habis, pengguna bisa menukarkan 100 poin dari program Microsoft Rewards untuk membuat video tambahan.
Pengguna juga diberi kuota maksimal tiga proyek video yang bisa diproses secara bersamaan. Video yang dihasilkan akan tersedia selama 90 hari dan dapat diunduh atau dibagikan ke media sosial secara langsung dari aplikasi.
Peluncuran ini menempatkan Microsoft sebagai penantang serius bagi Google yang lebih dulu memperkenalkan Veo 3 model AI generatif canggih yang dapat menghasilkan video hingga resolusi 1080p dengan durasi lebih dari satu menit serta dukungan audio dan dialog realistis.
Meskipun dari sisi teknis Bing Video Creator masih berada di bawah Veo 3 dalam hal kualitas dan fitur canggih, Microsoft unggul dalam hal aksesibilitas dan kecepatan distribusi. Berkat integrasi dengan aplikasi Bing dan sistem reward internal, fitur ini bisa dengan mudah digunakan oleh siapa pun, termasuk kreator pemula.
Dalam pernyataan resminya, Microsoft menegaskan bahwa Bing Video Creator adalah langkah awal dari upaya mereka untuk mendemokratisasi teknologi AI dalam bidang kreatif. Perusahaan menyatakan bahwa mereka tengah mengembangkan dukungan untuk durasi video yang lebih panjang dan resolusi lebih tinggi di masa mendatang.
Rencananya, Bing Video Creator juga akan segera terintegrasi ke dalam Copilot Search dan versi desktop Bing, sehingga pengguna dapat mengakses fitur ini dari berbagai perangkat dan ekosistem Microsoft lainnya.Dengan kemunculan Bing Video Creator, persaingan dalam ranah AI generatif untuk video kini memasuki babak baru. Google mungkin lebih unggul dalam hal kualitas teknis melalui Veo 3, namun Microsoft membuka ruang yang lebih luas untuk keterlibatan pengguna dengan mengutamakan kemudahan akses.
Publik kini menantikan bagaimana kedua raksasa teknologi ini akan terus berlomba dalam menyempurnakan teknologi teks-ke-video yang bisa menjadi standar baru dalam produksi konten digital masa depan.




