JAKARTA, NGERTI.ID – Presiden Prabowo Subianto kembali mengunjungi Rusia dan bertemu Presiden Vladimir Putin. Dalam pertemuan ini, Prabowo membahas kelanjutan kerja sama kedua negara, terutama penguatan pasokan minyak bagi Indonesia di tengah konflik Timur Tengah.
Namun, sejumlah pihak mengingatkan bahwa rencana pembelian minyak dari Rusia tetap menghadapi tantangan. Jalur distribusi masih bergantung pada Selat Hormuz, Iran, yang rawan konflik. Selain itu, sanksi Uni Eropa berpotensi menghambat kelancaran kerja sama tersebut.
Prabowo berangkat dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Minggu (12/4/2026) malam. Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mendampingi Prabowo. Wakil Presiden Gibran Rakabuming dan sejumlah pejabat tinggi negara melepas keberangkatan itu.
Perjalanan menuju Moskwa memakan waktu sekitar 12 jam melalui penerbangan nonstop Garuda Indonesia. Prabowo dan rombongan tiba di Bandara Vnukovo-2, Moskwa, pada Senin (13/4/2026) pukul 07.45 waktu setempat.
Deputy Foreign Minister Rusia Andrey Rudenko, Director of State Protocol Igor Bogdashev, Duta Besar RI Jose Tavares, serta Atase Pertahanan Marsma TNI Budi Susilo menyambut langsung kedatangan Prabowo di Rusia.

Fokus Ketahanan Energi Nasional
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa Prabowo akan menggelar pertemuan empat mata dengan Putin pada Senin siang waktu setempat. Kedua pemimpin akan membahas isu-isu strategis, termasuk penguatan ketahanan energi nasional.
Prabowo menargetkan kerja sama konkret untuk menjaga stabilitas pasokan energi, terutama minyak. Selain itu, Prabowo dan Putin akan bertukar pandangan terkait dinamika geopolitik global.
Pemerintah Indonesia ingin menegaskan peran strategisnya dalam menjaga stabilitas dan perdamaian dunia di tengah meningkatnya ketegangan global.
Sebelumnya, Prabowo menegaskan bahwa ia melakukan kunjungan luar negeri untuk mengamankan pasokan energi nasional. Dalam Rapat Kerja Pemerintah di Jakarta, ia menyebut kunjungan ke Jepang berhasil membuka peluang kerja sama energi.
Prabowo juga menanggapi kritik publik terkait intensitas kunjungan luar negeri. Ia menilai langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kepentingan nasional.
“Untuk amankan minyak, saya harus ke berbagai negara,” tegas Prabowo.





