MAKASSAR, NGERTI.ID – Sejumlah pihak yang mengklaim diri berintelektual melontarkan tuduhan terhadap BPC GMKI Makassar dalam forum Konferensi Cabang (Konpercab) GMKI Makassar, Sabtu (30/3/2026).
Tuduhan tersebut memicu protes dari peserta karena mereka menilai informasi itu tidak sesuai fakta di lapangan.
Kericuhan Dipicu Penutupan Registrasi
Kericuhan berawal saat panitia menutup registrasi peserta. Sejumlah peserta langsung memprotes keputusan itu karena mereka menilai panitia melanggar aturan.
Panitia menutup registrasi dengan alasan waktu sudah melewati rundown yang ditetapkan. Namun, beberapa peserta mengaku masih sempat mendaftar meski batas waktu telah terlewati.
Perbedaan perlakuan ini memicu kekecewaan. Peserta menilai panitia melakukan pemilahan dan terindikasi memiliki kepentingan tertentu.
Sebagian peserta yang memprotes merupakan pemuda Kristen yang juga tergabung dalam BPC GMKI Makassar. Situasi ini memunculkan anggapan bahwa BPC GMKI menjadi dalang kericuhan.
BPC GMKI Bantah dan Desak Klarifikasi
BPC GMKI Makassar langsung membantah tuduhan tersebut. Mereka menegaskan bahwa peserta yang memprotes tidak membawa nama organisasi.
Menurut mereka, peserta hadir sebagai pemuda Kristen tanpa atribut GMKI. Peserta juga menunjukkan undangan resmi kepada panitia sebagai bukti keikutsertaan.
BPC GMKI Makassar menilai tuduhan itu mencemarkan nama baik organisasi dan berpotensi memperkeruh situasi.
Karena itu, mereka mendesak pihak yang melontarkan tuduhan segera memberikan klarifikasi. Jika tidak ada itikad baik dalam waktu dekat, BPC GMKI Makassar siap menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan persoalan tersebut.




