Close sidebar
Advertisement Advertisement
#1 - Bea Cukai Bongkar Peredaran Rokok Ilegal di Madiun, Nilai Barang Capai Rp10,39 Miliar | #2 - Pertamina Klarifikasi Video Viral ABK India di Kapal PIS, Tegaskan 94 Persen Pelaut WNI | #3 - Sinyal Pengamanan Menguat, AS dan Iran Diprediksi Lanjutkan Negosiasi Penting di Islamabad Pekan Ini | #4 - Damkarmat Makassar Kerahkan 60 Armada untuk Antisipasi Kemarau Ekstrem 2026 | #5 - Harga BBM Pertamina Resmi Naik, Pertamax Turbo hingga Pertamina Dex Melonjak per 18 April 2026 | #6 - Iran Buka Selat Hormuz untuk Kapal Komersial Selama Gencatan Senjata Lebanon | #7 - YouTube Tutup Kanal Pro Iran “Explosive Media” Usai Sebar Video AI Lego Ejek Donald Trump | #8 - Rismon Sianipar Dapat SP3, Proses Hukum Kasus Ijazah Jokowi Selesai | #9 - Kasus Mengejutkan: Ketua Ombudsman Baru 6 Hari Menjabat Langsung Jadi Tersangka Korupsi | #10 - Polemik Ceramah JK di UGM Dinilai Sarat Framing Politik dan Penggiringan Opini | #11 - Pemerintah Kaji Izin Terbang Pesawat Militer AS, Kemlu Tekankan Kedaulatan Udara Indonesia | #12 - Prabowo dan Macron Bahas Kerja Sama Strategis Indonesia-Prancis di Istana Elysee | #13 - KPK Sita Enam Barang Elektronik Milik Faizal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Impor Bea Cukai | #14 - Prabowo dan Putin Bahas Kerja Sama Energi serta Tantangan Pasokan Minyak di Tengah Krisis Global | #15 - Tanah Leluhur Terancam Proyek Geothermal, Pemuda Sangalla’ Angkat Suara dan Melawan | #16 - Presiden Donald Trump Peringatkan China soal Dugaan Pengiriman Senjata ke Iran | #17 - Dramatis! Perundingan AS-Iran Berakhir Buntu Setelah 21 Jam | #18 - Situasi Memanas di Selat Hormuz, Dua Kapal Pertamina Masih Menunggu Izin Melintas | #19 - Rayakan Hari Jadi Pertama, PEVR Jabodetabek Gelar “Golden Journey Anniversary” | #20 - Iran dan AS Berunding di Pakistan, Islamabad Dinilai Jadi Kunci Perdamaian | #21 - Survei Tunjukkan Mayoritas Publik AS Dukung Pemakzulan Donald Trump | #22 - Ijazah Jokowi Dipersoalkan Bertahun-tahun, JK Desak Pembuktian Terbuka di Pengadilan | #23 - Prabowo Minta Arab Saudi Sediakan Terminal Khusus Haji Indonesia, Ini Tujuannya | #24 - Terungkap! Motor Listrik SPPG Rp42 Juta: Fakta Harga, Jumlah, dan Keputusan 2026 | #25 - Ada Apa di Balik Keputusan Ini? Iran Buka Hormuz, AS Mendadak Tunda Serangan Dua Minggu |
Internasional Nasional Peristiwa

UNIFIL Laporkan Tiga Tentara Terluka akibat Ledakan di Lebanon Selatan di Tengah Eskalasi Konflik Israel-Hizbullah

UNIFIL Laporkan Tiga Tentara Terluka akibat Ledakan di Lebanon Selatan.

NGERTI.ID – Misi penjaga perdamaian PBB, United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), melaporkan tiga tentaranya terluka akibat ledakan di Lebanon selatan pada Jumat. Insiden ini menambah rangkaian serangan dalam sepekan terakhir.

Juru bicara UNIFIL, Kandice Ardiel, menyebut ledakan menghantam salah satu posisi pasukan PBB. Ledakan itu melukai tiga penjaga perdamaian, dan dua di antaranya mengalami luka serius. Tim medis langsung mengevakuasi seluruh korban ke rumah sakit.

Bea Cukai Bongkar Peredaran Rokok Ilegal di Madiun, Nilai Barang Capai Rp10,39 Miliar

“Kami mencatat ledakan terjadi di dalam posisi PBB dan melukai tiga penjaga perdamaian. Dua di antaranya mengalami luka berat. Tim telah mengevakuasi mereka, namun kami belum mengetahui sumber ledakan tersebut,” ujar Ardiel, dikutip dari AFP, Sabtu (4/4/2026).

UNIFIL masih menyelidiki identitas dan kewarganegaraan korban dalam insiden tersebut.

Serangan Beruntun di Zona Konflik

Serangan ini menjadi insiden ketiga dalam satu pekan. Dua serangan sebelumnya menewaskan tiga prajurit TNI yang bertugas dalam misi UNIFIL di Lebanon selatan, dekat perbatasan Israel.

Pertamina Klarifikasi Video Viral ABK India di Kapal PIS, Tegaskan 94 Persen Pelaut WNI

Konflik antara Israel dan Hizbullah terus memanas di wilayah tersebut. Sejumlah negara mengecam keras serangan yang menewaskan prajurit Indonesia.

Israel menolak tuduhan keterlibatan dalam insiden tersebut. Indonesia kemudian menyampaikan penolakan atas kesimpulan itu dalam forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Eskalasi Konflik Meningkat

Hizbullah meluncurkan roket ke wilayah Israel pada 2 Maret sebagai respons atas serangan yang menewaskan Ayatollah Ali Khamenei. Serangan itu memicu eskalasi konflik di kawasan.

Sinyal Pengamanan Menguat, AS dan Iran Diprediksi Lanjutkan Negosiasi Penting di Islamabad Pekan Ini

Israel membalas dengan menggencarkan serangan udara dan menjalankan operasi darat terbatas di Lebanon.

Otoritas Lebanon mencatat 1.368 orang tewas selama satu bulan konflik berlangsung.

Militer Israel menggempur Beirut selatan setelah mengeluarkan peringatan evakuasi kepada warga. Serangan tersebut menargetkan infrastruktur yang diklaim terkait Hizbullah.

Pada hari yang sama, militer Israel mengumumkan rencana serangan ke dua jembatan di wilayah Beqaa timur, yakni Jembatan Sohmor dan Mashghara. Militer meminta warga segera mengungsi dari area tersebut.

Kerusakan Meluas di Lebanon Selatan

Serangan Israel merusak sejumlah jembatan di atas Sungai Litani yang berjarak sekitar 30 kilometer dari perbatasan.

Media pemerintah Lebanon, National News Agency (NNA), melaporkan serangan juga menghantam kawasan permukiman di distrik Tyre, termasuk Srifa. Serangan itu merusak banyak rumah dan toko warga.

Pasukan Israel juga menghancurkan sisa bangunan di kota-kota perbatasan seperti Aita al-Shaab, Qawzah, Maroun al-Ras, dan Yaroun.

Sejak konflik terbaru berlangsung, militer Israel mengklaim telah menyerang lebih dari 3.500 target di Lebanon. Di sisi lain, Hizbullah menyatakan telah menjalankan 1.309 operasi terhadap target Israel, baik di dalam Lebanon maupun lintas perbatasan.

Bagikan