NGERTI.ID – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memastikan jalur pelayaran di Selat Hormuz tetap terbuka bagi kapal komersial selama masa gencatan senjata Lebanon.
Araghchi menyampaikan pernyataan itu langsung melalui akun X resminya. Ia menegaskan kapal-kapal bisa melintasi Selat Hormuz melalui rute terkoordinasi yang Organisasi Pelabuhan dan Maritim Iran tetapkan.
Kebijakan ini muncul seiring gencatan senjata antara Israel dan Lebanon. Iran memanfaatkan momentum tersebut untuk menjaga stabilitas jalur perdagangan energi global.
Langkah Iran langsung memengaruhi pasar minyak. Harga minyak mentah Brent turun dan sempat berada di bawah USD90 per barel, level terendah sejak awal Maret.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump merespons positif keputusan tersebut. Ia menyampaikan apresiasi kepada Iran melalui platform Truth Social atas pembukaan jalur strategis itu.
Sebelumnya, Amerika Serikat dan Iran menggelar beberapa putaran pembicaraan di Islamabad pada 11 April. Namun, kedua pihak belum mencapai kesepakatan jangka panjang karena masih memiliki perbedaan mendasar.
Associated Press melaporkan bahwa kedua negara berencana melanjutkan negosiasi pada 16 April.
Ketegangan meningkat sejak 28 Februari ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran. Sebagai balasan, Iran menutup Selat Hormuz bagi kapal yang berafiliasi dengan AS, Israel, serta negara pendukungnya.
Situasi mulai mereda setelah Washington mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu dengan Teheran pada 7 April. Meski demikian, konflik tersebut tetap menimbulkan korban besar. Organisasi Layanan Medis Darurat Iran mencatat sebanyak 3.375 warga tewas selama 40 hari serangan.




