NGERTI.ID – Istilah nepo baby atau nepo kids kembali mencuat, kali ini bukan di Hollywood, melainkan di Nepal. Gelombang protes besar pada Senin (8/9/2025) menjadikan istilah ini simbol perlawanan generasi muda terhadap elite politik negeri Himalaya.
Apa Itu Nepo Baby atau Nepo Kids?
Secara sederhana, nepo baby mengacu pada anak-anak figur publik, termasuk politisi, pejabat, selebritas, hingga pengusaha yang mendapat keuntungan dari nama besar keluarganya. Kata nepo sendiri berasal dari “nepotisme”.
Di Nepal, masyarakat menggunakan label ini untuk menyebut anak politisi yang hidup mewah di tengah kesulitan rakyat. Mereka menikmati akses pendidikan luar negeri, liburan eksklusif, hingga mobil sport, sementara banyak anak muda Nepal menghadapi pengangguran dan peluang kerja yang terbatas.
Simbol Kekecewaan Publik
Fenomena nepo kids di Nepal bukan sekadar tren media sosial. Foto dan video gaya hidup mewah mereka viral di TikTok dan Instagram, lalu memicu kritik luas terhadap elite politik.
Mengutip NDTV, konten tersebut memantik kemarahan Generasi Z yang merasa sistem sarat korupsi menutup masa depan mereka. Situasi semakin panas setelah pemerintah memblokir media sosial seperti Facebook, Instagram, dan X karena ingin membungkam suara kritis.
Reuters melaporkan, protes damai di Kathmandu berubah ricuh ketika massa menargetkan simbol kekuasaan, mulai dari gedung parlemen hingga hotel-hotel mewah.
Perdana Menteri Oli Mundur, Shrinkhala Khatiwada Jadi Sorotan
Tekanan publik mendorong Perdana Menteri KP Sharma Oli mengundurkan diri setelah unjuk rasa meluas dan menelan korban jiwa.
Isu ini juga menyeret keluarga politisi. Shrinkhala Khatiwada, mantan Miss Nepal sekaligus anak eks menteri kesehatan, kehilangan hampir 100 ribu pengikut Instagram karena netizen menyerbunya dengan kritik dan menyebutnya simbol nepo baby.
Menurut Financial Times, fenomena ini menandai lahirnya babak baru perlawanan generasi muda Nepal terhadap politik dinasti.
Generasi Z dan Politik Digital
Generasi Z tampil di garis depan, menuntut transparansi, akuntabilitas, dan keadilan sosial. Meski pemerintah melarang media sosial, mereka tetap menyuarakan aspirasi lewat VPN, aplikasi baru, hingga aksi langsung di jalanan.
Antara Kritik Sistem dan Serangan Pribadi
Meski gerakan ini populer, beberapa analis yang dikutip Deccan Herald menilai masyarakat perlu membedakan kritik terhadap sistem nepotisme dengan serangan personal. Tidak semua anak pejabat terlibat langsung dalam praktik korupsi.
Namun, bagi banyak orang, nepo kids mewakili simbol perlawanan terhadap ketidaksetaraan sosial, korupsi, dan politik dinasti yang mengakar di Nepal.




