NGERTI.ID – Aparat Amerika Serikat menetapkan Cole Tomas Allen (31) sebagai tersangka dalam insiden penembakan saat jamuan makan malam koresponden Gedung Putih di Washington, Sabtu (25/4/2026). Sosok Allen mengejutkan publik karena ia dikenal sebagai guru berprestasi.
Allen meraih penghargaan “teacher of the month” pada Desember 2024 di tempat ia mengajar, C2 Education, lembaga bimbingan belajar dan persiapan ujian. Dalam profil LinkedIn, ia menyebut dirinya sebagai insinyur mesin dan ilmuwan komputer, pengembang gim independen, serta pengajar secara alami. Ia mengajar paruh waktu sejak 2020.
Kronologi Penembakan
Menurut laporan The Wall Street Journal, Allen menerobos pos pemeriksaan keamanan sebelum melepaskan tembakan di lokasi acara. Ia membawa senapan, pistol, dan sejumlah pisau.
Petugas keamanan mengalami luka, namun rompi antipeluru melindungi petugas dari cedera fatal. Tim medis langsung membawa petugas ke rumah sakit untuk penanganan lanjutan.
Presiden AS Donald Trump hadir dalam acara tersebut dan sempat menjalani evakuasi. Ia menyebut Allen sebagai “serigala tunggal” dan mengonfirmasi aparat menahan Allen untuk pemeriksaan intensif.
Saat wartawan menanyakan kemungkinan dirinya menjadi target, Trump menjawab singkat bahwa hal tersebut mungkin terjadi. Namun, sumber CBS News menyebut Allen mengaku menargetkan pejabat pemerintah secara umum, bukan presiden secara spesifik.
Latar Belakang Akademik
Allen menempuh pendidikan teknik mesin di California Institute of Technology (Caltech) dan lulus pada 2017. Ia kemudian meraih gelar magister ilmu komputer dari California State University, Dominguez Hills pada 2025.
Rekan-rekan lamanya menggambarkan Allen sebagai pribadi cerdas dan tertutup. George Daghlian mengaku terkejut mendengar kabar itu. Sementara Dylan Wakayama menyebut Allen unggul dalam berbagai bidang sains seperti biologi, matematika, dan ilmu pengetahuan lainnya.
Seorang mantan rekan tim voli bahkan menyebut Allen hampir jenius dan memiliki kemampuan akademik yang menonjol tanpa perlu banyak usaha.
Riwayat dan Afiliasi
Allen tidak tercatat sebagai anggota partai politik tertentu. Namun, data donasi menunjukkan ia menyumbang 25 dolar AS pada 2024 melalui platform ActBlue untuk mendukung kandidat dari Partai Demokrat.
Pihak berwenang memastikan Allen tidak memiliki catatan kriminal sebelumnya dan tidak masuk dalam daftar pengawasan aparat penegak hukum.
Proses Hukum dan Penyelidikan
Jaksa menjerat Allen dengan dua dakwaan, yakni penggunaan senjata api dalam tindak kekerasan dan penyerangan terhadap petugas federal dengan senjata berbahaya. Pengadilan menjadwalkan sidang awal pada Senin mendatang.
Sebelum proses hukum berlangsung, tim medis sempat mengevaluasi kondisi kejiwaan Allen di rumah sakit.
Motif Masih Diselidiki
Hingga kini, penyidik belum mengungkap motif di balik aksi penembakan tersebut. Wali Kota Washington, Muriel Bowser, menegaskan tidak ada indikasi keterlibatan pihak lain.
Aparat terus mengembangkan penyelidikan dan menggeledah kediaman Allen di Torrance, California, untuk mencari bukti tambahan.




