Makassar, Ngerti.ID — Sebanyak 11.264 kandidat ikut bertarung dalam pemilihan ketua RT/RW di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, yang berlangsung serentak hari ini. Persaingan memanas karena jumlah kursi jauh lebih sedikit daripada jumlah pendaftar.
Ribuan Kandidat Siap Berebut Kursi RT/RW
Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Makassar mencatat 9.098 calon ketua RT dan 2.166 calon ketua RW yang ikut dalam kontestasi tingkat lingkungan tersebut. Pemilihan berlangsung di TPS yang tersebar di 15 kecamatan.
“Total calon RT dan RW di Makassar mencapai 11.264 orang,” ujar Kepala BPM Setda Makassar, Andi Anshar, Senin (1/12/2025).
Meskipun begitu, 26 RT/RW tidak menggelar pemilihan karena tidak ada pendaftar. Kondisi ini membuat wilayah tersebut otomatis batal melaksanakan pemungutan suara.
Anshar menilai warga di wilayah itu kemungkinan memilih Pjs yang kini menjabat untuk tetap memimpin sebagai ketua definitif. Aturan juga memberi peluang bagi Pjs untuk naik menjadi ketua tetap jika tidak ada warga yang mencalonkan diri.
Aturan Pemilihan Ketua RT
Pemilihan ketua RT mengadopsi sistem satu KK satu suara. Kepala keluarga memegang hak suara dan dapat meminta anggota keluarga untuk mewakili dirinya ketika berhalangan hadir, selama membawa fotokopi KTP, KK, dan surat kuasa.
Saat ini banyak wilayah yang masih menempatkan Pjs sebagai ketua RT/RW, namun aturan melarang mereka ikut mencalonkan diri. Walau begitu, mereka tetap bisa mengisi posisi ketua definitif ketika tidak ada pendaftar baru.
Aturan Pemilihan Ketua RW
Pemilihan ketua RW berjalan dengan mekanisme berbeda. Ketua RT menjadi pemilih dan masing-masing membawa satu suara. Mereka wajib hadir langsung di TPS karena aturan tidak mengizinkan seseorang untuk mewakili mereka.
Ketika tidak ada warga yang mendaftar, lurah langsung menunjuk Pjs sebagai ketua RW. Seperti pada pemilihan RT, Pjs RT/RW juga tidak boleh ikut mencalonkan diri.
Pesan Appi dan Aliyah untuk Warga Makassar
Wali Kota Makassar, Munafri “Appi” Arifuddin, memastikan seluruh persiapan pemilihan berjalan lancar. Ia meminta masyarakat menjadikan pemilihan ini sebagai ajang memperkuat hubungan sosial, bukan memunculkan konflik.
“Pemilihan bukan tempat menyebarkan fitnah atau mencari kesalahan orang lain,” tegas Appi saat meninjau persiapan pemilihan, Senin (1/12).
Appi menjelaskan bahwa ketua RT/RW memegang peran strategis sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam menjalankan program pembangunan. Ia menekankan pentingnya memilih pemimpin lingkungan yang mengenal warga dan memahami kondisi wilayah.
Ia juga meminta tokoh masyarakat menjaga ketertiban dan membantu meredam potensi gejolak, serta mendorong pemenang pemilihan untuk merangkul semua calon lain.
“Kalau menang, rangkullah yang kalah. Kalau kalah, tetap ikut membangun bersama agar masyarakat tetap solid,” ujarnya.
Appi juga menegur petugas kecamatan dan kelurahan agar menjaga netralitas, serta berharap pihak TNI dan Polri terus mengawal pemilihan agar berjalan aman.
Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menilai pemilihan RT/RW menjadi bukti kepedulian warga terhadap pembangunan lingkungan. Ia mengajak masyarakat memanfaatkan momentum ini untuk menentukan pemimpin terbaik.
“Pemilihan RT/RW adalah momen ketika suara warga berada di pusat segalanya. Perubahan besar selalu dimulai dari lingkungan kecil,” ujar Aliyah.
Ia kembali menekankan pentingnya menjaga proses demokrasi yang inklusif, jujur, dan benar-benar memberi ruang bagi warga untuk menyampaikan suara mereka.




