Jakarta — Suasana malam di Ibu Kota meningkat menjadi ketegangan penuh sesak ketika seorang pengemudi ojek online (ojol), Afan Kurniawan (30), dilaporkan tewas setelah dilindas oleh kendaraan taktis (rantis) Barracuda milik Brimob di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, sekitar pukul 19.00 WIB.
Detik-detik Mengerikan
Menurut kesaksian rekan sesama ojol, Didin Indrianto, kejadian itu berlangsung begitu cepat dan tragis. Afan terpeleset di tengah kerumunan massa saat berusaha menyeberang, kemudian dilindas oleh rantis Brimob yang terus melaju tanpa berhenti meskipun massa berteriak memberi tahu bahwa ada orang di bawah mobil.Tubuh Afan kemudian dilarikan ke RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), namun nyawanya tak tertolong.
Video insiden itu kemudian viral, menambah amarah yang sudah memuncak di tengah kericuhan demo sebelumnya.
Aksi Balas: Geruduk Mako Brimob Kwitang
Tak mau tragedi itu berlalu begitu saja, ratusan pengemudi ojol dan massa yang emosi bergerak mengepung Mako Brimob Kwitang, Jakarta Pusat, sekitar pukul 23.00 WIB. Bentrokan pecah, dengan massa menuntut pertanggungjawaban atas kematian rekan mereka. Koalisi Ojol Nasional mendesak polisi, terutama Brimob, untuk hadir dan menjelaskan kejadian dan bertanggung jawab.
Salah satu akun tiktok @zer0protoc0l mengunggah kondisi terkini di depan mako brimob. massa aksi menyerukan “Pembun*h…Pembun*h…Pembun*h”.
Respons Resmi dan Proses Hukum
Tak lama setelah insiden, pihak berwenang memastikan tujuh anggota Brimob yang mengendarai rantis tersebut telah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan oleh Propam Polri dan internal Brimob Metro Jaya. Penanganan kasus ini dinyatakan akan berlangsung transparan dan melibatkan pihak eksternal.
Selain itu, Ketua Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menyerukan agar aparat kepolisian bertindak dengan sabar dan penuh kehati-hatian dalam mengamankan demonstrasi, sekaligus memberi atensi khusus terhadap insiden Afan.




