NGERTI.ID – Pemerintah Iran menegaskan sikap tegas saat merespons berbagai usulan untuk mengakhiri konflik yang masih berlangsung. Teheran menyebut pihaknya sudah merumuskan tuntutan sendiri dan akan mengungkapkannya pada waktu yang tepat.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menegaskan bahwa negaranya tidak akan tunduk pada tekanan pihak mana pun. Ia menyebut sejumlah negara telah mengajukan proposal, termasuk rencana 15 poin dari Amerika Serikat yang mereka kirim melalui Pakistan dan beberapa negara sahabat.
Baghaei menilai usulan itu terlalu ambisius, tidak lazim, dan sulit diterima. Ia menegaskan Iran mengedepankan kepentingan nasional saat menyusun kerangka tuntutan.
“Iran merumuskan tuntutan berdasarkan pertimbangan dan kepentingan sendiri, bukan tekanan eksternal,” kata Baghaei.
Ia juga membantah anggapan yang menyebut keterlibatan Iran dengan mediator mencerminkan kelemahan. Menurutnya, respons cepat Iran justru menunjukkan kesiapan dan ketegasan dalam menghadapi situasi.
Baghaei menambahkan bahwa pemerintah sudah menyiapkan jawaban atas berbagai proposal yang masuk. Iran akan menyampaikan sikap resmi secara terbuka saat diperlukan.
Di sisi lain, seorang pejabat senior Iran menyatakan Teheran tidak akan membuka kembali Selat Hormuz hanya demi gencatan senjata sementara. Ia juga menilai Amerika Serikat belum siap mewujudkan perdamaian jangka panjang.
Meski begitu, Iran mengonfirmasi bahwa mereka menerima proposal gencatan senjata dari Pakistan dan kini sedang mengkajinya. Teheran menegaskan tidak akan mengikuti tekanan tenggat waktu dalam mengambil keputusan strategis.
Sementara itu, Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani mendorong penyelesaian konflik melalui jalur damai. Ia memperingatkan risiko besar jika eskalasi militer terus berlanjut di kawasan Timur Tengah.
Dalam pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Spanyol José Manuel Albares, Qatar menekankan pentingnya menghentikan konflik dan kembali ke meja perundingan. Kedua pihak juga sepakat mendorong de-eskalasi, melindungi infrastruktur sipil, serta menjaga stabilitas sektor energi global.




