Bali, Ngerti.ID – Bank Indonesia (BI) menegaskan bahwa uang tunai masih memegang peran penting sebagai alat transaksi pembayaran di Indonesia. Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyampaikan hal tersebut saat menanggapi viralnya penolakan transaksi tunai di salah satu gerai Roti O.
Denny menjelaskan bahwa BI terus mendorong penggunaan pembayaran nontunai karena lebih cepat, aman, dan praktis. Sistem tersebut juga membantu masyarakat menghindari risiko peredaran uang palsu.
Meski demikian, Bank Indonesia menilai masyarakat tetap membutuhkan uang tunai. Indonesia memiliki keragaman demografi serta tantangan geografis dan teknologi di sejumlah wilayah.
“Dengan kondisi tersebut, masyarakat masih membutuhkan uang tunai dalam berbagai transaksi,” ujar Denny, Minggu (21/12/2025).
Larangan Menolak Pembayaran Tunai
Denny mengingatkan masyarakat tentang aturan hukum yang melarang penolakan uang tunai. Ketentuan tersebut tercantum dalam Pasal 33 ayat (2) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.
Pasal itu mewajibkan setiap pihak menerima rupiah sebagai alat pembayaran di wilayah NKRI. Pengecualian hanya berlaku jika penerima meragukan keaslian uang rupiah.
Denny menegaskan bahwa pihak-pihak yang bertransaksi dapat menggunakan pembayaran tunai atau nontunai sesuai kesepakatan bersama.
“Pihak yang bertransaksi dapat memilih instrumen pembayaran sesuai kenyamanan,” jelasnya.
Klarifikasi dan Evaluasi Manajemen Roti O
Sebuah video sebelumnya menghebohkan media sosial. Video itu memperlihatkan seorang pria memarahi petugas gerai Roti O karena menolak pembayaran tunai dari seorang nenek.
Gerai tersebut hanya melayani pembayaran melalui Quick Response Indonesian Standard (QRIS). Akun TikTok @arlius_zebua mengunggah video itu pada Jumat (19/12/2025).
Menanggapi peristiwa tersebut, manajemen Roti O menyatakan akan mengevaluasi kebijakan layanan secara internal. Manajemen menerapkan pembayaran nontunai untuk memberikan berbagai promo kepada pelanggan.
“Terkait hal ini, kami telah menerima masukan dan sedang melakukan evaluasi internal. Kami berterima kasih atas perhatian yang diberikan,” tulis manajemen Roti O.




