JAKARTA, NGERTI.ID – Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) menilai polemik keaslian ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) sudah berlangsung terlalu lama dan perlu segera diselesaikan.
Kuasa hukum Jokowi, Rivai Kusumanegara, mendesak aparat penegak hukum segera membawa perkara ini ke pengadilan. Ia menegaskan langkah itu penting untuk memastikan kejelasan hukum.
“Kami mendorong perkara ini masuk ke pengadilan agar ada kepastian hukum terkait keaslian ijazah Pak Jokowi,” ujar Rivai, Jumat (9/4/2026).
Rivai menjelaskan, penyidik sudah memeriksa sejumlah saksi, termasuk pihak Universitas Gadjah Mada (UGM), dosen, serta rekan-rekan Jokowi. Tim juga sudah menggelar uji laboratorium forensik untuk memastikan keaslian dokumen tersebut.
Ia berharap proses hukum segera masuk ke tahap persidangan. Menurutnya, keputusan pengadilan bisa memulihkan nama baik pihak-pihak yang terseret dalam polemik ini.
“Jika kasus ini berhenti di tengah jalan, isu ijazah bisa kembali muncul di masa depan dan mengganggu ruang publik. Kepastian hukum akan membantu memulihkan nama baik UGM, KPU, hingga Kemendikti,” jelasnya.
Rivai menambahkan, Jokowi siap hadir langsung dalam persidangan. Presiden juga siap menunjukkan ijazah asli mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi.
“Pak Jokowi siap memberikan keterangan dan menunjukkan ijazah asli di persidangan agar publik bisa menyaksikan secara langsung,” tambahnya.
JK Soroti Dampak dan Dorong Penyelesaian Cepat
Sementara itu, JK menyampaikan pandangannya usai melaporkan Rismon Sianipar terkait dugaan penyebaran hoaks. JK menilai Rismon menyebarkan informasi bahwa dirinya mendanai Roy Suryo dan pihak lain dalam polemik tersebut.
JK menilai isu ijazah Jokowi sudah berlangsung selama dua hingga tiga tahun dan menimbulkan berbagai dampak negatif.
“Kasus ini sudah berjalan lama, meresahkan masyarakat, menghabiskan waktu, dan menimbulkan kerugian bagi banyak pihak,” kata JK di Bareskrim Polri, Rabu (8/4/2026).
Menurut JK, polemik itu tidak hanya berdampak secara materi, tetapi juga memicu perpecahan di tengah masyarakat.
“Perdebatan yang terus berlangsung membelah masyarakat. Kondisi ini mengganggu kehidupan sosial kita,” ujarnya.
JK menilai persoalan ini sebenarnya bisa selesai dengan langkah sederhana. Ia meyakini Jokowi memiliki ijazah asli dan menyarankan agar Jokowi menunjukkan dokumen tersebut secara terbuka.
“Kalau Pak Jokowi menunjukkan ijazah asli ke publik, persoalan ini bisa selesai. Tidak perlu berlarut-larut,” tegasnya.
JK berharap polemik ini segera berakhir agar tidak terus memicu konflik di masyarakat. Ia juga meyakini Jokowi ingin menjaga persatuan nasional dan mencegah perpecahan berkepanjangan.




