Jakarta – Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, memastikan pelaksanaan ibadah haji tahun 1446 H/2025 M akan berjalan bersih dari praktik korupsi. Penegasan ini disampaikan Nasaruddin saat ditemui di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu (28/6/2025).
“Yang penting, 2025 ini insya Allah kami jamin enggak ada (korupsi),” ujar Nasaruddin.
Terkait dugaan kasus korupsi yang menyeret masa kepemimpinan Menteri Agama sebelumnya, Yaqut Cholil Qoumas, Nasaruddin menyatakan tidak mengetahui detailnya. Ia menegaskan bahwa dirinya belum menjabat sebagai Menag pada saat itu.
“Yang 2024 saya enggak tahu,” katanya singkat.
Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menyelidiki dugaan korupsi dalam penentuan kuota dan penyelenggaraan haji di Kementerian Agama pada era Yaqut. Ketua KPK, Setyo Budiyanto, mengatakan kemungkinan pemanggilan eks Menag Yaqut tergantung hasil pemeriksaan lanjutan.
“(Pemanggilan) Eks Menag itu relatif. Semuanya tergantung hasil pemeriksaan itu seperti apa,” ujar Setyo di Gedung C1 KPK.
Sementara itu, Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, membenarkan bahwa kasus tersebut sudah masuk tahap penyelidikan. Namun, ia belum bisa memberikan informasi lebih lanjut karena proses penyelidikan bersifat tertutup.
“Ya benar (ada penyelidikan dugaan korupsi kuota dan penyelenggaraan haji di Kemenag),” kata Asep saat dikonfirmasi.
Pemerintah kini tengah berupaya memastikan bahwa penyelenggaraan ibadah haji 2025 berjalan transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik-praktik yang merugikan jamaah.




