Jakarta – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar aksi demonstrasi mahasiswa bertajuk “Indonesia (C)emas 2025” hari ini, Senin (28/7/2025), di kawasan Patung Arjuna Wijaya (Patung Kuda), Jakarta Pusat. Aksi ini merupakan bagian dari rangkaian besar demo BEM SI 2025 yang mengangkat berbagai isu strategis nasional.
Koordinator Pusat BEM SI, Muzammil Ihsan, menyatakan bahwa aksi dimulai pukul 14.00 WIB. Ia menegaskan mahasiswa akan terus melakukan aksi hingga pemerintah memberikan kejelasan dan merespons tuntutan BEM SI secara konkret.
“Kami akan terus aksi hingga menemukan titik terang atau kemenangan. Estimasi peserta antara 500 hingga 1.000 orang,” ujar Ihsan pada Senin pagi. Ia juga menambahkan bahwa demo BEM SI 2025 akan berlangsung damai, tetapi tetap menyampaikan pesan tegas kepada pemerintah.
11 Tuntutan Utama Aksi Demo BEM SI 2025
Mahasiswa menyuarakan 11 poin tuntutan BEM SI yang menyoroti isu sosial, hukum, politik, dan pertahanan. Berikut adalah tuntutan lengkap mereka dalam aksi demonstrasi mahasiswa:
- Kami menolak keras segala upaya mengaburkan sejarah. Kami juga menentang politisasi sejarah untuk kepentingan elite tertentu.
- Kami mendesak DPR dan pemerintah meninjau kembali pasal-pasal bermasalah dalam RUU. Kami juga meminta pelibatan publik lebih luas dan menunda pengesahan hingga semua pasal kontroversial diselesaikan (Pasal 93, 145 ayat 1, 6 ayat 1, 106 ayat 1, 106 ayat 4, 23, 93 ayat 5c).
- Kami menuntut pemerintah menyampaikan informasi transparan terkait perjanjian bilateral dan melindungi kepentingan ekonomi nasional. Pemerintah juga harus melakukan diplomasi kuat untuk menghasilkan kesepakatan saling menguntungkan.
- Kami mendesak audit menyeluruh terhadap izin pertambangan. Pemerintah harus menindak pelanggaran hukum, melibatkan masyarakat adat, dan mendistribusikan keuntungan secara adil. Selain itu, kami juga meminta pemerintah menindak tegas penambangan ilegal di seluruh Indonesia.
- Kami menuntut pemerintah segera membatalkan pembangunan lima batalion baru di Aceh. Kami juga meminta pembukaan data tentara organik sesuai MoU Helsinki.
- Kami menolak pembangunan pengadilan militer dan fasilitas militer lain di Universitas Riau dan kampus lainnya di Indonesia.
- Kami menolak Undang-Undang TNI dan segala bentuk represi terhadap sipil. Kami juga mendesak pencabutan undang-undang tersebut.
- Kami menuntut DPR, pemerintah, dan aparat membebaskan rekan-rekan aktivis yang masih berstatus tersangka. Mereka juga harus menghentikan kriminalisasi terhadap aktivis.
- Kami menolak segala bentuk promosi LGBT di sektor sosial apa pun. Kami mendesak pemerintah merumuskan regulasi dan sanksi yang sesuai nilai agama dan budaya bangsa.
- Kami menolak praktik dwifungsi jabatan sipil dan militer. Praktik ini berpotensi merusak profesionalisme birokrasi Indonesia.
- Kami mendesak pemerintah dan DPR segera mengesahkan RUU Perampasan Aset untuk memperkuat upaya pemberantasan korupsi.
Seruan Aksi Damai Mahasiswa
Mahasiswa dari Aliansi BEM SI menyampaikan aspirasi melalui aksi damai mahasiswa. Mereka menekankan sikap tegas tanpa kekerasan. Karena itu, mereka menyerukan kepada pemerintah dan DPR agar segera merespons seluruh tuntutan secara nyata dan terbuka. Dengan aksi damai mahasiswa ini, mereka berharap pemerintah mau mendengar suara generasi muda demi masa depan bangsa.




