Jakarta – AI geser lulusan IT, Dahulu, jurusan Ilmu Komputer menjadi pilihan idaman karena menjanjikan karier gemilang. Kini, lulusan justru menghadapi tantangan berat untuk menembus dunia kerja. Banyak yang harus bersaing ketat dan menanggung dilema pasca kelulusan.
AI geser lulusan IT, Lulusan Ilmu Komputer Menghadapi Persaingan Ketat
Data Federal Reserve Bank of New York menempatkan Ilmu Komputer di peringkat ketujuh jurusan dengan tingkat pengangguran tertinggi, yakni 6,1 persen. Teknik Komputer bahkan mencatat angka lebih tinggi, mencapai 7,5 persen. Kondisi ini menandakan industri memilih kandidat yang memiliki keterampilan nyata dan pengalaman teruji.
Alex Beene, instruktur University of Tennessee di Martin, menegaskan bahwa pasar kerja menyaring lulusan dengan ketat. Ia menilai perusahaan lebih membutuhkan talenta berpengalaman dan memiliki portofolio kuat. Menurutnya, pemutusan hubungan kerja di berbagai sektor semakin mempersempit peluang bagi lulusan baru tanpa rekam jejak yang jelas.
“Banyak lulusan bermunculan, tapi perusahaan mencari mereka yang sudah siap pakai,” ujar Beene.
AI dan Ledakan Lulusan Membuat Persaingan Meningkat
Dulu, kemampuan coding membuka peluang besar dengan gaji tinggi. Sekarang, teknologi AI mampu menulis kode dalam hitungan detik, sehingga menggeser posisi yang biasanya diisi lulusan baru. Perusahaan memanfaatkan AI untuk menghemat waktu dan biaya, sekaligus mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja entry level.
Meski perguruan tinggi terus mencetak lulusan Ilmu Komputer, pasokan yang berlebihan memicu fenomena “inflasi lulusan IT”. Data Bank Dunia mencatat hanya 16 persen lulusan Ilmu Komputer bekerja di bidang teknologi. Di Indonesia, jumlah lulusan IT mencapai 600 ribu orang per tahun, namun hanya 2 persen yang terserap di industri terkait. Angka ini menunjukkan ketidakseimbangan serius antara pasokan lulusan dan kebutuhan pasar.
Alhasil, generasi baru lulusan IT tidak bisa hanya mengandalkan gelar. Mereka harus memperkuat keterampilan praktis, memperoleh sertifikasi, membangun portofolio, dan mengasah soft skills agar tetap kompetitif.
AI geser lulusan IT dari persaingan kerja teknologi yang semakin ketat. Lulusan harus mengasah keterampilan praktis, mempelajari teknologi baru, dan membangun portofolio agar mampu bersaing. Tanpa langkah strategis, mereka kehilangan peluang untuk meraih karier impian di industri ini.




