Gempa Karawang Rusak Rumah, Pemkab Pastikan Bantuan Segera Disalurkan
Karawang – Gempa Karawang rusak rumah, Gempa bumi mengguncang Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Kamis (21/8/2025) siang. Getaran kuat memicu kepanikan warga dan merusak puluhan rumah di beberapa desa. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang mencatat mayoritas kerusakan terjadi pada bangunan permanen dengan kondisi retak hingga roboh di bagian atap.
Kepala Pelaksana BPBD Karawang, Nana Suryana, menjelaskan bahwa tim langsung bergerak melakukan pendataan cepat. “Kami sudah menurunkan personel ke lokasi terdampak. Puluhan rumah mengalami kerusakan ringan sampai sedang, dan data terus kami perbarui,” kata Nana.
Puluhan Rumah Alami Kerusakan
Sejumlah desa di Kecamatan Cilamaya Kulon dan sekitarnya menjadi wilayah dengan dampak paling besar. Warga setempat menuturkan bahwa getaran berlangsung cukup lama hingga membuat mereka berlarian keluar rumah. Tidak hanya rumah tinggal, beberapa fasilitas umum juga mengalami keretakan serius.
Rini, warga Desa Rawagempol, mengaku panik ketika guncangan terasa. “Saya langsung membawa anak-anak keluar rumah karena genteng mulai berjatuhan. Alhamdulillah kami selamat, tapi rumah rusak parah di bagian atap,” ucapnya.
Pemerintah Kabupaten Karawang mengerahkan tim gabungan untuk menyalurkan bantuan darurat. Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menegaskan komitmen pemerintah dalam menangani bencana ini. “Insya Allah kami segera membantu warga terdampak. Saat ini kami menyalurkan bantuan awal berupa makanan, terpal, dan kebutuhan dasar lainnya,” ujar Aep.
Pemerintah Fokus pada Penanganan Cepat
Pemkab Karawang berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mempercepat pemulihan. Aep menambahkan bahwa perbaikan rumah warga akan menjadi prioritas setelah pendataan rampung.
“Pemerintah mengawal langsung agar masyarakat tidak merasa sendirian. Kami fokus menyiapkan bantuan rekonstruksi sesuai kemampuan anggaran daerah dan dukungan pusat,” tegasnya.
BPBD menegaskan bahwa hingga Kamis sore tidak ada korban jiwa akibat gempa. Meski begitu, puluhan keluarga memilih bertahan di posko darurat untuk menghindari risiko gempa susulan. Petugas kesehatan juga bersiaga memantau kondisi warga di lokasi pengungsian.
Situasi di Karawang perlahan terkendali, meski masyarakat tetap merasa khawatir. BPBD meminta warga terus waspada dan mengikuti arahan petugas. Pemerintah berharap pemulihan berjalan cepat sehingga aktivitas masyarakat kembali normal.




