JAKARTA – Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Ace Hasan Syadzily menegaskan rencana merawat warga Gaza di Pulau Galang, Kepulauan Riau, murni alasan kemanusiaan.
Ace Hasan menolak anggapan bahwa langkah ini menguntungkan Israel atau Amerika Serikat (AS). Menurutnya, pengobatan tersebut hanya untuk membantu korban Gaza yang kekurangan obat dan menghadapi kerusakan fasilitas kesehatan.
“Ini bukan bagian dari skenario relokasi Israel. Pemerintah hanya membawa warga Gaza ke Pulau Galang untuk berobat. Setelah sembuh, mereka akan kembali ke tanah airnya,” ujar Ace di Gedung Lemhannas, Jakarta, Kamis (21/8/2025).
Ia menegaskan, langkah ini sejalan dengan politik luar negeri Indonesia. Pemerintah tetap konsisten mendorong pengakuan Palestina sebagai negara berdaulat melalui diplomasi internasional.
“Diplomasi tetap kita jalankan. Selain itu, kita juga terus menggalang dukungan internasional agar dunia mengakui Palestina sebagai negara berdaulat,” tambahnya.
Sebelumnya, Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas mempertanyakan rencana Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai rencana merawat warga Gaza di Pulau Galang berkaitan dengan wacana relokasi yang pernah Donald Trump dan Benjamin Netanyahu sampaikan.
Menurut Anwar, pemindahan warga Gaza ke luar wilayahnya bisa menguntungkan Israel dan AS. “Netanyahu dan Trump tentu senang bila rakyat Gaza yang terluka keluar dari Gaza, termasuk ke Indonesia,” ujarnya, Jumat (8/8/2025).




