Jakarta – PSM Makassar kejar Hilgers, Transfer Mees Hilgers menuju klub Ligue 1 Prancis, Stade Brest, akhirnya gagal pada detik-detik terakhir. Bek keturunan Indonesia-Belanda itu sebelumnya menjadi salah satu pemain yang paling ditunggu untuk bergabung ke kompetisi Eropa. Namun, masalah teknis menghambat kepindahannya dan membuat negosiasi yang berjalan lancar sejak awal berakhir antiklimaks.
PSM Makassar Kejar Hilgers, Awal Negosiasi Berjalan Mulus
Manajemen Stade Brest sejak awal menunjukkan ketertarikan besar kepada Hilgers. Klub Ligue 1 itu menilai bek FC Twente tersebut memiliki kualitas bertahan yang mumpuni dan berpotensi meningkatkan soliditas lini belakang mereka. Hilgers sendiri menyambut minat itu dengan sikap positif. Ia bersama agennya langsung mengadakan komunikasi intensif dengan pihak Brest untuk merumuskan detail kontrak.
Kedua belah pihak terus melakukan pembicaraan intens sejak pekan lalu. Brest menilai Hilgers sebagai opsi utama untuk menambah kekuatan tim, terutama karena jadwal padat Ligue 1 menuntut kedalaman skuad. Proses komunikasi berjalan lancar hingga akhirnya muncul rencana keberangkatan Hilgers ke Prancis.
Masalah Teknis Menghambat Transfer
Drama terjadi pada menit-menit terakhir ketika pihak Brest mengungkap adanya kendala teknis. Klub tersebut memerlukan dokumen tambahan yang harus segera dipenuhi sebelum jendela transfer ditutup. Sayangnya, Hilgers dan timnya tidak mampu melengkapi dokumen tersebut tepat waktu. Situasi ini membuat pihak Brest langsung menghentikan proses registrasi transfer.
Hilgers merasa kecewa karena ia sudah menyiapkan diri untuk menjalani karier baru di Prancis. Sumber terdekat menyebutkan bahwa pemain 23 tahun itu bahkan sudah berkemas sebelum mendengar kabar kegagalan transfer. Meski begitu, Hilgers berusaha menerima kenyataan dengan kepala tegak dan memilih kembali fokus bersama FC Twente.
Kegagalan ini menimbulkan reaksi dari banyak pihak, terutama para pendukung sepak bola Indonesia. Mereka sempat berharap Hilgers bisa menambah pengalaman bermain di level yang lebih tinggi, sekaligus membawa nama Indonesia ke kancah Eropa. Namun, realitas berkata lain.
Meski gagal ke Brest, Hilgers tetap menyimpan peluang untuk pindah ke luar Belanda di masa depan. Performa konsistennya bersama FC Twente terus menarik perhatian klub Eropa lainnya. Jika ia mampu menjaga performa, peluang tampil di liga besar Eropa akan tetap terbuka lebar.




