Jakarta – Kementerian Perdagangan (Kemendag) menanggapi dampak demonstrasi yang berlangsung sejak pekan lalu terhadap distribusi kebutuhan pokok. Meski sempat menimbulkan hambatan, pemerintah menilai gangguan tersebut tidak sampai mengganggu pasokan secara signifikan.
Menurut Dirjen PDN Kemendag, Iqbal Shoffan Shofwan, demonstrasi dari Kamis (28/8) hingga Minggu (31/8) menimbulkan sedikit gangguan pada jalur distribusi. Namun, ia memastikan kebutuhan pokok tetap terkendali.
“Demonstrasi tiga hari terakhir ini, dari Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu, tentu ada dampaknya sedikit terkait pendistribusian, tapi tidak begitu signifikan,” ujar Iqbal di Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan), Jakarta Pusat, Senin (1/9/2025).
Kemendag akui distribusi pangan sedikit terganggu akibat demonstrasi, namun memastikan pasokan tetap terkendali
Sebagai langkah tindak lanjut, Kemendag akan mempertemukan pemasok kebutuhan pokok dengan pelaku ritel modern. Kemendag menjadwalkan pertemuan tersebut berlangsung dalam waktu dekat, yakni Selasa atau Rabu. Fokus utama koordinasi ini adalah menjaga ketersediaan beras sebagai komoditas pangan strategis.
“Oleh karena itu, besok atau lusa kami juga akan mengundang para pemasok dan mempertemukannya dengan ritel modern. Utamanya beras,” terang Iqbal.
Di sisi lain, Kemendag Dampak Demonstrasi juga menyoroti pentingnya aspek pengamanan selama berlangsungnya demonstrasi. Iqbal menegaskan, pemerintah tidak hanya memfokuskan pengamanan di pusat perbelanjaan atau mal, tetapi juga mencakup seluruh ruang publik demi menjaga kelancaran aktivitas masyarakat.
“Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) mengharapkan keamanan di pusat perbelanjaan bisa dimaksimalkan, dan kita setuju. Tapi keamanan tidak hanya di pusat perbelanjaan, melainkan di semua tempat. Itu memang sudah tugas pemerintah untuk memastikan keamanan secara menyeluruh,” tambahnya.
Aksi unjuk rasa pecah sejak Kamis (28/8) di depan Gedung DPR RI, Jakarta. Awalnya, demonstrasi merupakan bentuk kekecewaan masyarakat terhadap anggota DPR. Namun, eskalasi meningkat setelah terjadi insiden dengan aparat Brimob yang melindas pengemudi ojek online. Insiden ini kemudian memicu rangkaian aksi lanjutan di sejumlah daerah pada hari-hari berikutnya.
Dengan berbagai upaya koordinasi antara pemerintah, pemasok, dan pengusaha ritel, Kemendag berharap distribusi kebutuhan pokok tetap terjaga, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan barang-barang esensial meski situasi sosial sedang bergejolak.




