Jakarta – Israel dan Suriah akhirnya menyepakati gencatan senjata setelah ketegangan meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Turki, Yordania, dan sejumlah negara regional secara aktif mendukung keputusan ini.
Duta Besar Amerika Serikat untuk Turki, Tom Barrack, menyampaikan pengumuman gencatan senjata itu melalui akun X resminya pada Sabtu (19/7/2025). Ia menyatakan bahwa Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan Presiden Suriah, Ahmed al-Sharaa, bersama Amerika Serikat dan negara tetangga lainnya, menyepakati penghentian konflik.
“Kami mengajak komunitas Druze, Badui, dan Sunni untuk meletakkan senjata serta bergabung membangun masa depan Suriah yang damai dan bersatu,” tulis Barrack.
Amerika Serikat Dorong Penghentian Konflik di Suriah Selatan
Amerika Serikat terus mendorong penyelesaian konflik melalui berbagai langkah diplomatik. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyepakati sejumlah langkah strategis untuk mengakhiri kondisi yang ia sebut sebagai “meresahkan dan mengerikan.”
Pasukan pemerintah Suriah kemudian menarik diri dari kota Sweida, yang sebelumnya menjadi pusat bentrokan antara kelompok Druze dan Bedouin. Penarikan ini membantu meredakan situasi.
Israel Lancarkan Serangan Udara Menjelang Gencatan Senjata
Sebelum gencatan senjata berjalan, militer Israel meluncurkan serangan udara ke wilayah selatan Suriah sebagai respons terhadap bentrokan berdarah antara kelompok Druze dan Bedouin.
Laporan dari AFP dan Times of Israel menyebut bahwa serangan tersebut menargetkan wilayah Damaskus dan menggunakan drone. Militer Israel menyatakan bahwa mereka terus memantau perkembangan di Suriah bagian selatan dan bersiap menghadapi berbagai skenario.
“IDF terus memantau dan merespons aktivitas di Suriah selatan, terutama ancaman terhadap komunitas Druze,” tegas pernyataan militer Israel.
Serangan ini menyebabkan dua warga sipil mengalami luka-luka di pusat kota Damaskus. Ketegangan meningkat setelah pasukan keamanan Suriah masuk ke Sweida pada awal pekan untuk mengendalikan bentrokan antar milisi. Namun, kehadiran mereka justru memicu bentrokan baru dengan milisi Druze.
Israel Tambah Pasukan ke Perbatasan Suriah
Setelah gencatan senjata sebelumnya gagal, militer Israel memperkuat intensitas serangan pada Rabu (16/7) dan menyampaikan rencana untuk menambah pasukan di perbatasan Suriah.
“Kami memutuskan untuk memperkuat pasukan di wilayah perbatasan Suriah sesuai dengan perkembangan situasi,” ujar militer Israel.
Bentrokan yang berlangsung selama sepekan menewaskan puluhan orang. Meski begitu, kesepakatan gencatan senjata terbaru ini membuka harapan untuk meredakan konflik dan memulai proses perdamaian secara lebih konkret.




