New York – Untuk pertama kalinya, negara-negara Arab bersama komunitas internasional secara tegas mengecam serangan militan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023. Serangan itu menewaskan sekitar 1.200 orang. Mereka menyampaikan kecaman itu melalui deklarasi bersama yang mereka tandatangani pada Selasa, 29 Juli 2025 waktu setempat.
Arab Saudi, Qatar, Mesir, Yordania, dan Turki menyuarakan dukungan terhadap seruan global. Mereka mendesak Hamas agar melucuti senjata, membebaskan semua sandera, dan menghentikan dominasinya di Jalur Gaza.
Deklarasi New York: Peta Jalan Menuju Perdamaian
Dilansir Newsweek, Kamis (31/7/2025) Sebanyak 17 negara bergabung bersama Liga Arab dan Uni Eropa untuk menandatangani Deklarasi New York dalam Konferensi PBB. Mereka menyusun rencana bertahap guna mengakhiri konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina.
Para pemimpin dunia menetapkan tujuan akhir berupa berdirinya negara Palestina yang merdeka. Mereka berharap Palestina dapat hidup berdampingan secara damai dengan Israel.
Para delegasi dalam konferensi juga meminta Hamas menyerahkan kekuasaan di Gaza kepada Otoritas Palestina. Mereka mendorong proses itu agar berjalan dengan dukungan dan pengawasan internasional.
Kritik Terhadap Respons Militer Israel
Selain mengecam serangan Hamas, para pemimpin dunia juga mengkritik keras balasan militer Israel. Mereka menilai tindakan Israel di Gaza menimbulkan kerusakan besar dan memperparah krisis kemanusiaan.
Negara-negara penandatangan menuntut Israel menghentikan kebijakan militernya di wilayah pendudukan. Mereka juga meminta Israel membuka akses bantuan kemanusiaan ke Gaza tanpa hambatan.
Mereka menolak pembangunan permukiman ilegal di Tepi Barat dan menuntut perlindungan terhadap warga Palestina dari kekerasan pemukim.
Usulan Pengerahan Pasukan Internasional
Para penandatangan juga mengusulkan pengerahan pasukan internasional ke Gaza setelah perang berakhir. Mereka menganggap kehadiran pasukan tersebut penting untuk menjaga stabilitas kawasan.
Prancis dan Arab Saudi Jadi Motor Deklarasi
Prancis dan Arab Saudi memimpin inisiatif penyusunan deklarasi ini. Keduanya juga memimpin jalannya konferensi internasional dan menyebut deklarasi ini sebagai langkah bersejarah.
Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, menyampaikan bahwa negara-negara Arab untuk pertama kalinya secara terbuka mengecam Hamas. Mereka juga menyerukan perlucutan senjata dan mengisyaratkan normalisasi hubungan dengan Israel.
Komitmen Integrasi Kawasan Meski Tanpa Hubungan Diplomatik Penuh
Deklarasi tersebut belum memuat rencana eksplisit mengenai hubungan diplomatik penuh dengan Israel. Namun, para penandatangan sepakat mendorong integrasi regional, pengakuan timbal balik, dan koeksistensi damai di Timur Tengah.
Daftar Negara Pendukung Deklarasi
Negara-negara yang mendukung deklarasi ini antara lain Liga Arab, Uni Eropa, Mesir, Qatar, Yordania, Turki, Indonesia, Inggris, Kanada, Irlandia, Spanyol, Italia, Jepang, Brasil, Meksiko, Norwegia, dan Senegal.




