NGERTI.ID – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akan menggelar sesi khusus tentang Palestina pada 22 September 2025. Konferensi bertajuk “High Level Conference on the Two-State Solution” berlangsung pukul 15.00–18.00 waktu setempat di New York, Amerika Serikat.
Deputi Wakil Tetap Republik Indonesia untuk PBB, Hari Prabowo, menjelaskan bahwa forum ini bertujuan memperluas dukungan internasional terhadap pengakuan Negara Palestina. Ia menegaskan Indonesia bergabung dalam kelompok inti (core group) bersama 18 negara lain untuk menggalang pengakuan tersebut.
“Konferensi ini berupaya memperkuat posisi Palestina agar setara dengan Israel dalam proses negosiasi damai. Dengan begitu, perdamaian kawasan dan keadilan bagi rakyat Palestina tercapai,” ujar Hari Prabowo di PTRI New York, Minggu (21/9/2025).
Dukungan Baru untuk Palestina
Prancis dan Arab Saudi memimpin jalannya konferensi, sementara Indonesia mendorong lahirnya kesepakatan kolektif. Portugal memastikan pengakuan terhadap Palestina, menyusul Australia, Kanada, Prancis, Inggris, dan beberapa negara Eropa lain.
Kementerian Luar Negeri Portugal merilis pernyataan resmi bahwa pengakuan itu berlaku sehari sebelum konferensi berlangsung. Selain itu, Andorra, Belgia, Luksemburg, Malta, dan San Marino juga menyatakan kesiapan mengakui Palestina sebagai negara berdaulat.
Tambahan dukungan tersebut membuat jumlah negara yang mengakui Palestina mencapai sekitar 147 anggota PBB atau 75 persen dari total keanggotaan.
Situasi Gaza Jelang Sidang PBB
Di sisi lain, ketegangan di Gaza terus meningkat. Militer Israel menggempur sejumlah kawasan termasuk Sheikh Radwan dan Tel Al-Hawa. Serangan udara dan darat pada Sabtu (20/9/2025) menewaskan sedikitnya 60 warga sipil, menurut otoritas kesehatan Gaza.
Israel meningkatkan serangan hanya beberapa hari sebelum konferensi PBB yang akan menentukan arah diplomasi internasional terkait solusi dua negara.




