Los Angeles – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali memicu kontroversi setelah memerintahkan pengerahan lebih dari 2.000 personel Garda Nasional dan 500 Marinir ke Los Angeles untuk menangani kerusuhan yang dipicu oleh operasi penegakan imigrasi. Trump juga dilaporkan sedang mempertimbangkan penggunaan Undang-Undang Pemberontakan (Insurrection Act), yang memungkinkan presiden mengerahkan militer dalam situasi darurat domestik.
Langkah tersebut dilakukan tanpa persetujuan dari Gubernur California, Gavin Newsom, dan langsung menuai respons keras dari pemerintah negara bagian. Pada Senin (9/6), Newsom bersama Jaksa Agung Rob Bonta melayangkan gugatan hukum terhadap pemerintahan federal, menuding tindakan tersebut sebagai pelanggaran konstitusi karena dilakukan tanpa koordinasi dengan otoritas negara bagian.
“Kami tidak akan tinggal diam melihat kekuasaan negara bagian diambil alih secara sepihak,” ujar Newsom dalam konferensi pers di Sacramento.
Undang-Undang Pemberontakan sendiri merupakan hukum federal kuno yang diberlakukan sejak tahun 1807 dan terakhir kali secara nyata dipertimbangkan penggunaannya oleh Trump pada 2020, meskipun kala itu batal dijalankan. UU ini memberi wewenang kepada presiden untuk mengerahkan angkatan bersenjata guna meredam kerusuhan sipil atau pemberontakan dalam negeri jika dianggap membahayakan stabilitas nasional dan aparat lokal dinilai tidak mampu mengatasi.
Langkah Trump kali ini disebut sebagai yang paling agresif sejak kerusuhan Los Angeles pada 1992. Ia menegaskan bahwa tindakan ini perlu untuk mengembalikan ketertiban dan mencegah apa yang ia sebut sebagai “kekacauan sistematis.”
Namun, para analis dan pegiat hak asasi manusia memperingatkan bahwa keputusan ini bisa menjadi preseden berbahaya yang mengancam prinsip federalisme dan hak warga negara untuk melakukan unjuk rasa.
“Penggunaan militer untuk menanggulangi demonstrasi sipil bukan solusi, justru bisa memperburuk situasi,” kata Michelle Santiago, analis keamanan sipil di Freedom Institute.
Sampai berita ini diturunkan, situasi di sejumlah wilayah Los Angeles masih tegang. Ribuan demonstran tetap berkumpul di sekitar pusat kota, menuntut diakhirinya penggerebekan oleh lembaga imigrasi federal dan menyerukan penghentian penggunaan kekuatan bersenjata terhadap warga sipil.




