Kupang – Siswa konsumsi jajanan MBG, Sebanyak 140 siswa di Kupang mengalami gejala keracunan setelah mereka mengonsumsi makanan ringan MBG. Kejadian ini berlangsung usai para siswa menyantap jajanan yang beredar di lingkungan sekolah. Mereka mengeluhkan sakit perut, mual, hingga muntah setelah memakan produk tersebut.
Dinas Kesehatan Kota Kupang langsung menangani kasus ini dan membawa siswa yang terdampak ke fasilitas kesehatan terdekat. Petugas medis menangani mereka secara cepat dan mengobservasi kondisi setiap siswa dengan intensif. Beberapa siswa masih menjalani perawatan karena gejalanya belum membaik sepenuhnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, mengonfirmasi bahwa pihaknya sudah mengambil sampel makanan MBG dan mengujinya lebih lanjut. “Kami sudah mengirimkan sampel makanan ke laboratorium dan saat ini masih menunggu hasilnya,” ujar Retnowati kepada wartawan, Senin (22/7/2024).
Siswa Konsumsi Jajanan MBG Langkah Cepat Pemerintah dan Edukasi kepada Sekolah
Pemerintah Kota Kupang menginstruksikan seluruh sekolah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap jajanan yang beredar di lingkungan pendidikan. Tim dari Dinas Kesehatan bersama pihak sekolah mulai memberikan edukasi kepada siswa dan orang tua mengenai bahaya makanan tidak higienis.
Wali Kota Kupang turut memantau langsung perkembangan kasus ini. Ia mengajak semua pihak agar tidak menyebarkan kepanikan dan menunggu hasil uji laboratorium resmi. “Kami ingin memastikan semua siswa dalam keadaan aman dan sehat. Hasil uji sampel akan menjadi dasar tindakan selanjutnya,” tegasnya.
Pihak sekolah juga memperketat pengawasan terhadap pedagang di sekitar sekolah. Para guru dan kepala sekolah aktif berkoordinasi dengan orang tua siswa agar mereka membawakan bekal dari rumah sebagai langkah preventif.
Penjual MBG Dimintai Keterangan
Sementara itu, aparat kepolisian memeriksa penjual jajanan MBG. Mereka meminta keterangan mengenai asal muasal produk dan izin edar yang dimiliki. Langkah ini bertujuan untuk memastikan apakah produk tersebut memenuhi standar keamanan pangan.
“Kami akan menindaklanjuti hasil uji laboratorium nanti. Bila kami menemukan unsur kelalaian atau bahan berbahaya, tentu kami akan menindak secara hukum,” ujar salah satu penyidik dari Polresta Kupang.
Saat ini, para siswa menunjukkan kondisi yang mulai membaik, meskipun beberapa di antaranya masih dalam masa observasi. Pemerintah mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan menunggu kejelasan hasil uji laboratorium untuk menghindari kesimpangsiuran informasi.




