JAKARTA, Ngerti.ID – Anggota MPR RI Fraksi Partai Golkar, Erwin Aksa, kembali menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di wilayah Kalibaru, Jakarta Utara, Jumat (12/12/2025). Kegiatan yang mulai berlangsung pukul 14.00 WIB ini bertujuan memperkuat karakter kebangsaan masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital.
Dalam pemaparannya, Erwin menegaskan bahwa masyarakat tidak cukup memahami Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebatas hafalan. Ia mendorong warga menerapkan nilai-nilai kebangsaan tersebut secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Erwin menyebut nilai kebangsaan sebagai fondasi utama dalam membangun kehidupan sosial yang inklusif, beradab, dan harmonis. Ia mengajak warga memperkuat toleransi antar sesama, meningkatkan solidaritas sosial, serta menghidupkan kembali semangat gotong royong sebagai perekat persatuan.
Selain itu, Erwin menekankan pentingnya kesadaran dan kepatuhan terhadap hukum. Ia menilai budaya taat hukum mampu menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan produktif sekaligus meningkatkan kepercayaan sosial di tengah masyarakat.
“Kita harus terus menjaga harmoni sosial dengan menumbuhkan toleransi, memperkuat solidaritas, dan menghidupkan kembali semangat gotong royong. Kepatuhan terhadap hukum juga menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan yang aman dan produktif,” ujar Erwin saat menyampaikan materi.
Waspadai Tantangan Ideologi di Ruang Digital
Sebagai anggota Komisi VIII DPR RI, Erwin memberi perhatian khusus pada tantangan ideologi di era digital. Ia mengingatkan masyarakat agar bersikap kritis dan selektif saat menyerap informasi dari media sosial, terutama konten yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.
Erwin Aksa menegaskan bahwa keterbukaan terhadap perkembangan global tidak boleh menggerus nilai dasar kebangsaan. Ia menyebut Pancasila sebagai kompas moral yang menjaga arah kehidupan berbangsa dan bernegara agar tetap sejalan dengan karakter Indonesia.
“Kita boleh terbuka terhadap perkembangan global, tetapi nilai ideologi bangsa tidak boleh terkikis. Pancasila menjadi kompas moral yang tidak bisa digantikan oleh nilai asing yang bertentangan dengan jati diri bangsa,” tegasnya.
Lebih lanjut, Erwin mengingatkan masyarakat tentang bahaya penyebaran paham radikal yang semakin masif melalui platform digital. Karena itu, ia mendorong penguatan ketahanan ideologis mulai dari lingkungan keluarga hingga komunitas sebagai benteng utama persatuan.
Kegiatan sosialisasi ini menghadirkan tokoh masyarakat, pemuka agama, penggerak majelis taklim, serta generasi muda Kalibaru. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi saat mengikuti diskusi, khususnya terkait penerapan nilai Pancasila dalam menghadapi persoalan sosial aktual.
Melalui kegiatan ini, Erwin berharap masyarakat Jakarta Utara, khususnya warga Kalibaru, memahami peran strategis Empat Pilar Kebangsaan dan mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI di lingkungan masing-masing.




