MAKASSAR, NGERTI.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk Kota Makassar. Peringatan ini muncul setelah prakiraan menunjukkan peningkatan curah hujan hingga Februari 2026.
Kondisi cuaca tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi. Ancaman itu meliputi banjir, tanah longsor, dan kenaikan tinggi gelombang laut di kawasan pesisir. Intensitas hujan yang berada di atas normal bulanan memperbesar risiko bencana.
Pelaksana Tugas Kepala BBMKG Wilayah IV Makassar, Nasrol Adil, menyampaikan hasil pemantauan atmosfer terbaru. Pemantauan itu menunjukkan lonjakan curah hujan di Makassar dan sekitarnya pada Januari hingga Februari.
BMKG memprediksi akumulasi curah hujan bulanan dapat melampaui 400 milimeter. Angka tersebut tergolong tinggi dan memerlukan langkah antisipasi serius dari semua pihak.
Nasrol menegaskan bahwa kondisi ini menjadi indikator meningkatnya potensi bencana. Risiko tersebut akan membesar jika pemerintah dan masyarakat tidak menerapkan mitigasi secara optimal.
Curah Hujan Tinggi Picu Ancaman Banjir dan Longsor
Wilayah perkotaan dengan sistem drainase kurang optimal menghadapi risiko banjir paling besar. Daerah rawan genangan juga masuk kategori rentan terdampak.
Hujan berintensitas tinggi yang turun terus-menerus meningkatkan potensi longsor. Ancaman ini terutama muncul di wilayah dengan karakteristik tanah tertentu.
Di kawasan pesisir, BMKG mengingatkan potensi kenaikan tinggi gelombang laut. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas nelayan dan permukiman dekat pantai.
Secara regional, sejumlah faktor atmosfer memperkuat pembentukan awan hujan di Sulawesi Selatan. Aktivitas gelombang Rossby dan pengaruh Monsun Asia menjadi pemicu utama.
Kombinasi kedua faktor tersebut mendorong pertumbuhan awan hujan yang lebih intens. Dampaknya, hujan lebat turun dengan durasi relatif panjang.
Menghadapi potensi cuaca ekstrem ini, BMKG merekomendasikan peningkatan kesiapsiagaan daerah. Pemerintah daerah perlu menetapkan status siaga darurat.
Langkah lain mencakup optimalisasi sistem drainase dan kesiapan personel kebencanaan. BMKG juga mendorong sosialisasi kepada warga di wilayah rawan.
Masyarakat perlu memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG. Lembaga tersebut akan terus memperbarui informasi sesuai kondisi atmosfer.
Sejalan dengan peringatan itu, Pemerintah Kota Makassar menetapkan status siaga. Langkah ini bertujuan mengantisipasi dampak cuaca ekstrem dalam waktu dekat.




