Jakarta — Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, mengungkapkan bahwa pimpinan Komisi I DPR RI berencana mengadakan pertemuan langsung dengan Presiden Prabowo Subianto guna membahas dinamika geopolitik global, khususnya konflik yang tengah memanas antara Iran dan Israel.
Menurut Dasco, dialog tersebut penting agar DPR RI dapat mendengarkan secara langsung sikap resmi pemerintah, sekaligus menyampaikan sejumlah masukan. “Pimpinan Komisi I dalam waktu dekat akan berdialog dengan Presiden dalam rangka memberikan masukan dan mendengar pandangan pemerintah terhadap konflik Iran dan Israel,” ujarnya saat ditemui di Gedung DPR RI, Kamis (26/6/2025).
Meski komunikasi awal sudah dilakukan, Dasco mengakui diskusi mendalam belum sempat digelar karena padatnya agenda Presiden Prabowo. Namun, DPR terus mengikuti perkembangan dan mencermati sikap pemerintah, termasuk yang disampaikan melalui Menteri Luar Negeri.
Sementara itu, eskalasi konflik Iran-Israel telah menimbulkan kekhawatiran global. Ketegangan meningkat pasca serangan Israel ke Iran pada 13 Juni lalu, yang dibalas Iran dengan serangan balik. Situasi makin memburuk setelah Amerika Serikat turut menyerang tiga fasilitas nuklir utama Iran Isfahan, Natanz, dan Fordow pada 21 Juni.
Keterlibatan langsung AS memicu kekhawatiran akan pecahnya perang dunia ketiga. Namun, harapan gencatan senjata muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan akan diberlakukannya penghentian total serangan, menyusul serangan balik Iran ke pangkalan militer AS di Qatar.
Menanggapi situasi ini, pemerintah Indonesia menyatakan akan tetap mengambil posisi nonblok. Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro, menegaskan bahwa Presiden Prabowo berkomitmen mendorong perdamaian dan menahan eskalasi konflik.
“Presiden terus memantau perkembangan dengan cermat, dan melakukan berbagai upaya untuk mendorong deeskalasi. Indonesia akan tetap berpegang pada prinsip nonblok dan menjaga agar tidak terjadi perang berkepanjangan,” kata Juri di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (24/6).
DPR RI berharap dialog dengan Presiden dalam waktu dekat dapat menghasilkan sinergi dalam merespons perkembangan global, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi perdamaian dunia.




