Jakarta — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir memilih menahan diri untuk tidak membahas persiapan sepak bola di SEA Games 2025. Ia menegaskan bahwa saat ini dirinya berbicara dalam kapasitas sebagai Menpora, bukan Ketua Umum PSSI.
Meski Timnas Indonesia U-22 sudah tergabung di Grup C bersama Myanmar, Filipina, dan Singapura, Erick menegaskan bahwa ia belum akan membahas detail terkait cabang olahraga tersebut.
“Sama seperti yang saya sampaikan, saya sebagai Menpora. Nanti ada tim verifikasi yang memanggil semua cabang olahraga, termasuk PSSI,” ujar Erick Thohir kepada wartawan, Selasa (21/10/2025).
“Kalaupun misalnya saya Ketua PSSI, mekanisme administrasi harus tetap berjalan. Saya tidak bisa melangkahi sistem administrasi yang sudah ada di Kemenpora,” tambahnya.
Erick menegaskan bahwa dalam kapasitasnya sebagai Menpora, ia hanya akan berbicara mengenai kebijakan besar olahraga nasional. Sementara urusan teknis sepak bola akan ia bahas jika berbicara sebagai Ketua Umum PSSI.
“Itu yang saya jelaskan, bahwa sebagai Menpora saya bicara soal policy besar olahraga. Kalau nanti ada wawancara sebagai Ketua PSSI, baru saya bicara bola,” ucapnya.
Sementara itu, PSSI berharap Timnas Indonesia U-22 mampu mempertahankan gelar juara SEA Games, dan kembali menunjuk Indra Sjafri untuk menangani tim setelah ia sukses membawa medali emas pada edisi sebelumnya.
Menanggapi hal tersebut, Erick kembali menegaskan pentingnya tertib administrasi. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak akan menggunakan posisinya sebagai Ketum PSSI untuk melangkahi kewenangan kementerian.
“Jangan sampai ini menjadi kebingungan, apalagi seolah-olah Menpora melangkahi administrasi di Kemenpora,” katanya.
“Karena kebiasaan ada kedekatan dengan cabang olahraga tertentu, saya tidak mau itu terjadi,” tutup Erick Thohir.




