Jakarta, 24 Juli 2025 – Kenaikan harga beras nasional dalam beberapa waktu terakhir membuat pedagang di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, merasa resah. Kondisi ini berdampak pada daya beli masyarakat yang terus menurun. Alhasil, omzet pedagang pun ikut tergerus.
Nengsih (57), salah satu pedagang, berharap harga bahan pokok bisa segera stabil. Ia mengatakan situasi sekarang menyulitkan penjual maupun pembeli.
“Kalau bisa harga stabil, kasihan pembeli. Saya juga capek jualan sepi, tapi harga terus naik,” ujarnya pada Kamis (24/7/2025).
Tak hanya beras, bahan pokok lainnya seperti sayur juga mengalami lonjakan harga. Kondisi ini memperburuk beban masyarakat, terutama di pasar tradisional.
“Sayur juga mahal sekarang. Kalau beras masih bisa satu liter buat satu keluarga, tapi sayur cepat habis,” tambahnya.
Nengsih menilai pasokan tersendat menjadi penyebab lonjakan harga beras nasional. Ia menyebut harga gabah naik, sementara pasokan dari Pasar Induk menurun. Akibatnya, stok di Pasar Kramat Jati semakin langka.
Fahrul (23), pedagang lain, menyebut jumlah pembeli menurun sejak harga naik. Penurunannya sekitar 30 persen.
“Penjualan bulan Juni masih tembus Rp 120 juta sampai Rp 130 juta. Sekarang belum kelihatan, tapi pasti turun,” jelasnya.
Meski kenaikannya tidak besar, Fahrul mengatakan banyak pembeli tetap mengeluh.
“Harga naik sedikit saja, dari Rp 10.500 jadi Rp 11.000 per liter untuk beras medium. Pembeli, terutama ibu-ibu, sudah banyak yang mengeluh,” lanjutnya.
Harga Beras Nasional Tembus HET
Data Badan Pangan Nasional (Bapanas) pada Selasa (22/7/2025) pukul 15.00 WIB menunjukkan, harga beras medium naik 15,1 persen secara nasional. Saat ini, harganya mencapai Rp 14.388 per kg. Angka ini melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 12.500 per kg.
Beras premium juga naik 8,13 persen, menjadi Rp 16.111 per kg. Nilai ini melampaui HET Rp 14.900 per kg. Jenis beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) mengalami kenaikan ringan sebesar 0,23 persen. Kini harganya Rp 12.529 per kg, sedikit di atas ambang HET yang sama.
Kenaikan Harga di Tiga Zona
- Zona I:
- Beras medium naik 10,9% menjadi Rp 13.864/kg
- Beras premium naik 3,76% menjadi Rp 15.460/kg
- Zona II:
- Beras medium naik 11,44% menjadi Rp 14.599/kg
- Beras premium naik 7,32% menjadi Rp 16.528/kg
- Zona III:
- Beras medium melonjak 23,67% menjadi Rp 16.695/kg
- Beras premium naik 14,68% menjadi Rp 18.120/kg
Sementara itu, harga beras SPHP justru menurun di semua zona. Penurunan terjadi di kisaran 0,57% hingga 1,81%. Pemerintah terus mendorong stabilisasi pasokan pangan agar harga bahan pokok tetap terkendali.




