Jakarta – Setiap tanggal 8 Mei, dunia memperingati Hari Palang Merah Internasional untuk menghormati kontribusi besar Palang Merah dalam memberikan bantuan secara global. Perayaan ini dimulai pada 8 Mei 1948 dan ditetapkan untuk menghormati Henry Dunant, pendiri Komite Internasional Palang Merah dan penerima Penghargaan Nobel Perdamaian pertama.
Tahun ini, tema yang diangkat adalah “Menjaga Kemanusiaan Tetap Hidup”. Tema ini mengajak masyarakat untuk merayakan mereka yang mengabdikan waktu, dan terkadang nyawa, demi meringankan penderitaan orang lain, serta melindungi martabat kemanusiaan yang melekat pada setiap individu.
Di Indonesia, Palang Merah Indonesia (PMI) turut memperingati hari ini dengan mengadakan berbagai kegiatan sosial kemanusiaan. Ketua Umum PMI M. Jusuf Kalla menyatakan bahwa semangat kemanusiaan harus terus dijaga, terlebih di masa-masa krisis dan bencana.
“Kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk ikut aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial yang membantu sesama,” ujarnya.
PMI juga menyerukan ajakan kepada generasi muda untuk terlibat aktif menjadi relawan. Saat ini, PMI memiliki lebih dari 500.000 relawan aktif yang tersebar di seluruh Indonesia.
Peringatan ini menjadi pengingat bahwa solidaritas dan bantuan kemanusiaan tidak mengenal batas negara, ras, maupun agama. Hari Palang Merah Internasional juga menjadi momen untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan kemanusiaan serta penghargaan terhadap relawan dan pekerja kemanusiaan.




