Jakarta – Di tengah dinamika arus informasi digital yang semakin cepat, peran kehumasan lembaga negara menjadi sangat krusial. Untuk itu, Humas Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI didorong agar lebih aktif memanfaatkan media sosial dan menyajikan informasi dalam format visual yang menarik dan mudah diakses publik.
Dorongan ini disampaikan dalam sebuah forum komunikasi internal MPR yang membahas strategi kehumasan adaptif di era digital. Dalam kesempatan tersebut, para narasumber menekankan bahwa pendekatan komunikasi konvensional perlu disesuaikan dengan kebiasaan generasi digital yang lebih responsif terhadap konten berbasis gambar, video pendek, dan infografik.
“Kemampuan berkomunikasi bukan hanya melalui lisan, tapi juga melalui media visual dan media sosial. Di era sekarang, platform seperti Instagram menjadi bagian penting dari strategi komunikasi lembaga,” ujar Siti Fauziah dalam keterangannya, Minggu (22/6/2025).
Selain media sosial, pembuatan konten visual yang edukatif juga dinilai penting untuk menjelaskan tugas dan fungsi MPR secara ringan namun substansial. Strategi ini bertujuan meningkatkan literasi konstitusi dan memperkuat kedekatan antara lembaga negara dengan masyarakat.
Langkah ini menjadi bagian dari transformasi komunikasi publik lembaga negara agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap institusi demokrasi seperti MPR RI.




