Jakarta – Seorang diplomat dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu) berinisial ADP (39) meninggal dunia di kamar kosnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Warga menemukan jasad ADP pada Selasa pagi, 8 Juli 2025, dalam kondisi wajah terlilit lakban. Kasus diplomat tewas ini langsung menarik perhatian publik karena sejumlah kejanggalan di lokasi kejadian.
Dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya pada Selasa (29/7/2025), Ipda Saji Purwanto dari tim Direktorat Tindak Pidana Siber menjelaskan hasil penyelidikan terhadap perangkat seluler milik ADP. Ia menyatakan bahwa ADP pertama kali mengaktifkan ponselnya pada 29 Juli 2019 dan terakhir kali menggunakannya untuk komunikasi pada 20 September 2022. Riwayat digital korban menjadi bagian penting dalam upaya mengungkap latar belakang kematiannya.
Temuan Email Soal Keinginan Bunuh Diri
Polisi memeriksa riwayat digital korban dan menemukan sejumlah email yang ia kirim ke lembaga amal yang memberikan dukungan kepada individu yang mengalami tekanan mental berat dan pikiran untuk bunuh diri. Dugaan awal mengarah pada bunuh diri karena depresi, yang tampak dari isi korespondensi tersebut.
Ipda Saji mengatakan, “Kami menemukan dua periode pengiriman email. Pada 20 Juni hingga 20 Juli 2013, ADP menulis curahan hati tentang alasan ingin bunuh diri.” Penelusuran terhadap riwayat digital korban terus dilakukan untuk mencari petunjuk tambahan.
ADP kembali mengirim sembilan email antara 24 September hingga 5 Oktober 2021. Dalam semua pesan itu, ia mengungkap keinginan kuat untuk mengakhiri hidup karena berbagai masalah pribadi. Indikasi kuat mengarah pada bunuh diri karena depresi yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun.
Polisi Masih Selidiki Penyebab Kematian
Meski ADP menunjukkan gejala gangguan psikologis, polisi belum menyimpulkan penyebab pasti kematiannya. Mereka terus menyelidiki kemungkinan kasus diplomat tewas ini berkaitan dengan tindakan bunuh diri atau dugaan keterlibatan pihak lain.
Petugas kepolisian juga mengumpulkan bukti tambahan, termasuk riwayat digital korban dan keterangan dari para saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian. Penyelidikan atas kasus diplomat tewas ini masih terus berlangsung secara intensif untuk memastikan kebenaran di balik kematian tersebut.




