Jakarta, Ngerti.id — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan masih menyelidiki dugaan kasus penggelembungan anggaran atau mark-up proyek kereta cepat Jakarta–Bandung, Whoosh.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, memastikan lembaganya terus bekerja profesional untuk mengumpulkan bukti yang kuat. “Penyelidikan perkara ini masih terus berprogres,” ujarnya di Gedung Merah Putih, Jakarta, Rabu (29/10/2025).
Budi menjelaskan, KPK membutuhkan waktu agar setiap tahapan penyelidikan sesuai prosedur hukum. “Kami harus mengumpulkan alat bukti dan petunjuk yang valid supaya perkara ini terang. Kami akan menyampaikan perkembangannya secara berkala,” katanya.
Sebelumnya, mantan Menko Polhukam Mahfud MD menilai KPK enggan menelusuri dugaan korupsi proyek kereta cepat tersebut. “Dugaan saya KPK takut. Entah takut pada siapa,” ujar Mahfud saat menjawab pertanyaan tentang lambatnya investigasi kasus itu.
Mahfud menuturkan, isu dugaan korupsi proyek kereta cepat muncul sejak 12–13 Oktober 2025. Saat itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menolak pembayaran utang proyek menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Setelah Purbaya menolak pembayaran itu, saya baru ikut menanggapi pada tanggal 14, sudah hari ketiga,” kata Mahfud.




